Menyeberang Perbatasan Cambodia-Thailand via Poipet-Aranyaprathet


Terus terang salah satu hal yang aku dan teman-teman urban traveler sukai ketika backpackeran adalah sensasi cap imigrasi tiap negara yang dibubuhkan di buku pasport hijau ini. Di Asia Tenggara ini banyak negara-negara yang berbatasan daratan, seperti perjalanan kali ini di bulan Februari 2011 kami menyebrangi (biar terkesan lintas negara hehe..) perbatasan antara kota Poipet, Cambodia dengan kota Aranyaprathet dari pihak Thailand. Sensasi lainnya ini adalah perjalanan lintas negara termurah secara harfiah, hanya perlu berjalan kaki sudah pindah negara 🙂 haha..Tapi tentunya perjalanan tidak ditempuh dengan berjalan kaki begitu saja, aku mulai ceritanya dari Siem Reap..

Di Siam Reap kota tempat dimana situs Angkor wat berada, kami menginap di Bou Savy guest house www.bousavyguesthouse.com. Guest house macam ini nampaknya jadi favorit aku dan urban traveler team, mengambil lokasi di dekat lingkungan masyarakat sekitar, bangunannya serupa rumah villa besar yang terdiri dari banyak kamar, eksteriornya banyak ditumbuhi tanaman dan pepohonan rindang. Pelayanannya super ramah, staff guest housenya sopan dan bahasa Inggrisnya sangat fluent. Dari Bou Savy ini aku juga sekalian menyewa 2 buah tuk-tuk (delman yang ditarik motor) untuk seharian keliling Angkorwat seharga 12 USD, tentunya karena abang tuk-tuk yang ramah dan baik kami tambahkan sampai 20 USD untuk satu tuk-tuknya. Begitu pula ketika kami perlu sewa mobil untuk menuju Poipet kota perbatasan itu, melalui staff Bou Savy pula kami memesannya. Untuk satu mobil berjenis sedan tarif sewanya sekitar 500.000 IDR untuk menempuh 149 km perjalanan. Pagi sehabis sarapan dua mobil sewaan kami pun datang..dan terdapat perbedaan yang jauh, satu mobil berjenis sedan adalah taxi setempat dan satu mobil lagi adalah sedan Camry, hahaha…siapa cepat siapa dapat, Aku, Yeni dan Dewi berlari mengejar seat di Camry, sedangkan 3 orang lainnya kebagian menempati taxi 🙂

Sedan Camry untuk perjalanan Siem reap-Poipet
Sedan Camry untuk Perjalanan Siem Reap-Poipet
Rebutan naik Camry
Rebutan naik Camry
Driver Camry yang lucu dan punya banyak koleksi CD musik Cambodia
Driver Camry yang lucu dan punya banyak koleksi CD musik Cambodia
Puewe dalam camry :)
Puewe dalam camry 🙂

Di sepanjang perjalanan Siam Reap-Poipet pemandangan kiri kanan jalan yang banyak kami temui lebih banyak lahan pertanian sawah, mirip seperti di Indonesia. Rumah penduduk di dekat areal persawahan berupa rumah panggung terbuat dari kayu dan beberapa perpaduan semi beton dan kayu.

Rumah Panggung di dekat Poipet, Cambodia
Rumah Panggung di dekat Poipet, Cambodia
Pemandangan rumah penduduk sepanjang Siem reap-Poipet
Pemandangan rumah penduduk sepanjang Siem reap-Poipet
Pom bensin
Pom bensin

Sekitar 1,5 jam perjalanan dari Siem Reap kami singgah di sebuah terminal: Poipet Tourist Passenger International Terminal. Aku sendiri kurang paham untuk apa kita harus turun di sini, karena tidak ada pemeriksaan pasport atau dokumen lainnya, sepertinya mobil taxi satu lagi penumpangnya ada yang ingin ke toilet.

IMG_3838

Terminal singgah
Terminal singgah

Jarak antara Siem Reap-Poipet yang 149 km secara normal dapat ditempuh selama 2 jam tetapi hari itu kami bertemu dengan rombongan politisi yang akan berkunjung ke daerah pertanian setempat, hanya menduga-duga sih secara supir camry tidak bisa berbahasa Inggris, begitu pula orang-orang yang kami temui di perjalanan yang macet itu. Kemacetan begitu parah untuk sesaat, tidak sampai 30 menit sih, kami bahkan sempat keluar mobil dan foto-foto. Di tahun 2011 jalan raya yang menghubungkan Siem Reap-Poipet sudah berupa jalan beraspal yang bagus, menurut Yeni yang pernah ke sini sebelumnya di tahun 2009 jalan belum lagi beraspal, masih merupakan tanah merah yang tidak rata dan becek dengan genangan air pada titik tertentu. Beberapa mobil yang kami temui banyak yang berjenis 4WD besar.

Mobil gede
4WD Car
Rombongan petani dengan alat bajak sawah ditengah pawai kemacetan
Rombongan petani dengan alat bajak sawah ditengah pawai kemacetan
Berpose di tengah kemacetan
Berpose di tengah kemacetan
Berhenti di tengah kemacetan
Berhenti di tengah kemacetan

Akhirnya perjalanan yang ditempuh selama hampir 3 jam itu berakhir di Poipet kota perbatasan di Cambodia. Supir Camry yang baik dan lucu itu menurunkan kami di dekat kantor imigrasi perbatasan. Tanda batas antar negara adalah gerbang khas Angkor wat yang bertuliskan Kingdom of Cambodia. Kami mulai memasuki kantor imigrasi di Poipet, mengantri di di depan loket untuk diperiksa pasport, tidak ada tiket yang dipersiapkan untuk menuju ke negara tetangga Thailand, karena kami berencana ke terminal bus segeranya setelah selesai urusan pemerikasaan di perbatasan. Setelah lolos dari Cambodia border pass control kami berjalan kaki lumayan lebih dari 800 meter mungkin ya, sembari bercanda dan melihat-lihat keanehan lingkungan baru itu. Ada penjual camilan serangga, layaknya penjual pecel sayur di sini, cemilan serangga diatur tumpuk dalam baskom dan dikerubungi oleh para pembeli. Ada pula serombongan cutie piggie di dalam truk kerangkeng, nampaknya siap dikirim ke restoran setempat.

???????????????????????????????

Gerbang perbatasan Kingdom of Cambodia at Poipet
Gerbang perbatasan Kingdom of Cambodia at Poipet
Penasaran mengerubungi penjual cemilan serangga
Penasaran mengerubungi penjual cemilan serangga
Aneka serangga untuk cemilan
Aneka serangga untuk cemilan
Cutie Piggie
Cutie Piggie

Sampai di bagian Aranyaprathet, kami memasuki kantor imigrasi Thailand untuk kembali di cek pasport, mengikuti antrian yang ada untuk menyelesaikan urusan administrasi pemeriksaan memasuki negara Thailand.

???????????????????????????????
Di depan Sa Kaeo Imigrasi Aranyaprathet

??????????????????????????????? IMG_3844 ???????????????????????????????

Selesai dari imigrasi Aranyaprathet kami mencoba bertanya pada petugas imigrasi letak terminal bus untuk menuju Bangkok. Karena terbatasnya bahasa Inggris petugas imigrasi dan kami pun tidak study literatur mendalam sebelumnya, maka kami nekat tanya sam penarik tuk-tuk dengan hanya menyebutkan kata-kata “We want to go to ‘Bus Terminal’, ‘Bus Station’ to Bangkok”. Terbagilah kami ber enam menjadi 2 tuk-tuk sewaan untuk diantar ke terminal bus terdekat. Di tengah perjalanan, tuk-tuk 1 yang aku tumpangi kehilangan jejak tuk-tuk 2. Sampai akhir perjalanan tuk-tuk 1 diantarkan ke areal pertokoan di terminal yang sepi sekali, langsung di kios agent bus menuju Bangkok. Karena tidak yakin, aku kembali bertanya pada Ibu penjaga kios agent bus dan mendapat jawaban yang meyakinkan bahwa benar ini adalah bus untuk menuju ke Bangkok, walau sepi 😦 Duhh, mana tuk-tuk 2 tidak bisa di telpon akhirnya setelah di sms mereka agak lama juga sampai, supir tuk-tuknya seorang Emak tua gendut yang ngomel-ngomel nampak berdebat dengan penumpangnya Ester dan Heni. Entah mereka membahas apa, tetapi sepertinya si Emak mau bilang ada terminal bus lain yang lebih ramai. Begitulah kami berenam naik bus dari terminal sepi itu yang kali waktu itu hanya bus kami yang akan berangkat ke Bangkok. Kondisi busnya tidak bisa dikatakan muthakhir, kursi joknya model lama yang tidak empuk, tapi lumayan bersih, ber AC dan ada tivi model lama. Menurut cerita Ester si Emak supir tuk-tuk 2 tadi mencoba mengantarkan mereka menuju terminal bus yang lebih besar, lebih dekat dari kantor imigrasi dan banyak bus besar modern di sana. Nah untuk lebih baiknya sebelum bepergian memang perlu studi literature. Berikut info terminal bus di Aranyaprathet. Bus yang kami tumpangi ini ternyata menuju Ekkamai, Bangkok bagian timur, pada waktu itu kami benar-benar tidak tahu dari Ekkamai ke daerah Khaosan Road harus naik apa, yah paling naik kereta dan MRT akan sampai juga. Berbekal tanya-tanya anak muda bertampang pelajar, mahasiswa atau pegawai 🙂 sampai lah juga kami di MRT dekat Siam mall. Nah dari situ ke Khaosan Road kami sudah sangat hapal, karena ini kali ke tiga buat aku dan Yeni ke bangkok. Hari sudah sangat senja ketika kami sampai di Khaosan Road.

???????????????????????????????
Tuk-tuk 1 mengarah ke terminal sepi
???????????????????????????????
Kalau ini bus yang bagus tapi tujuan sama ke Aranyaprathet-Ekkamai East Bangkok
???????????????????????????????
Warung makan di Ekkamai bus terminal
???????????????????????????????
Rata-rata menunya si cutie piggie, aku ayam aja 🙂
Sampai di depan Siam Mal
Sampai di depan Siam Mal
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s