Cherry Blossom Trip from Lake Kawaguchiko & Saiko Iyashi no Sato Nenba


One day trip kali ini adalah salah satu “The best one day trip ever!” karena banyak sekali kemudahan dan jalan yang diberikan untuk trip kali ini. Berawal dari pertemuan dengan teman baru kita Akihiro di salah satu temple Angkorwat Cambodia pada tahun 2011, komunikasi kami terjalin melalui Facebook dan Line. Sampai akhirnya di tahun 2013 Aku dan urban traveler team memutuskan untuk mengunjungi negara matahari terbit pada akhir April dengan harapan bisa melihat gunung Fuji dan sakura. Whaaa..ternyata agak susah mencari tanggal yang cocok dengan mekarnya sakura, waktu cuti untuk trip dan tentunya tanggal pergi tertentu dari tiket promo :-D. Maka kejadiannya adalah hari Sabtu pertama tiba di Jepang kami berkeliling Tokyo ditemani seorang teman dari Jakarta yang bekerja di kota ini. Sakura di Tokyo city area semua sudah berguguran karena memang musim sakura tahun itu datang lebih cepat di mulai dari Awal Maret sampai tengah April saja. Baiklah harapan kami selanjutnya adalah berpose dengan latar belakang gunung Fuji.

Pagi hari Minggu itu Akihiro menjemput kami di Tokyo pukul 7.00 pagi dia sudah datang, tepat waktu sekali dia! Aku kembali ingat janji makan malam 2 tahun lalu di Siem Reap yang kandas karena kami telat datang 30 menit janjian dengan Akihiro di guest house yang dia inapi. Benar-benar efisien waktu yahh :). Rumah Aki di daerah Shizuoka sekitar 2 jam berkendara untuk ke Tokyo. Pagi itu tentu saja dilewati dengan kehebohan, Aki tertawa memaklumi ketidaksiapan kami, karena kami memang janjian jam 7.30 pagi. Begitu semua tas masuk ke bagasi kami melanjutkan diskusi rute hari ini. Tujuan utama kami ingin ke Lake Kawaguchiko, yah itu kudapat dari buku tentang perjalanan backpacker ke Jepang, dan tempat wisata populer yang tidak Jauh dari Tokyo. Aku sudah persiapkan riset untuk naik kendaraan umum ke Lake Kawaguchi tetapi berhubung Aki bersedia mengantarkan, riset itu jadi terputus, kami pasrah saja mau diajak kemana :-D. Rute pertama malah Aki menawarkan ke Sanrio Puro Land untuk melihat Hello Kitty. Apahh? Aku gak begitu suka dengan benda-benda pink..kupikir-pikir kenapa bisa ada usulan itu ternyata karena tadi malam aku posting foto di FB sedang memeluk Hello Kitty berpakaian kimono di Tokyo Tower. Tidakk..itu hanya pencitraan 😀 biar kelihatan masi ada sisi feminin #kejahatan terbongkar. Kami semua dalam team kali ini tidak mau ke museum Hello Kitty, harga tiket masuknya mahal pula setelah di cek. Namum Aki tetap ingin melewati daerah itu karena ingin melihat bekas kampusnya di Chuo University yang satu arah menuju perjalanan ke Kawaguchiko ujarnya. Ya dehh nurut saja 🙂 Nampaknya di Jepang aturan universitas sangat kaku? begitu kita di depan Chuo University Aki hanya mengambil satu buah foto dari balik kemudi mobil dengan zoom kamera. Aku bertanya kenapa tidak masuk dan mungkin menemui beberapa mantan dosen klo kebetulan bisa. Katanya tidak boleh atau urusan akan lama. Wahh kebayang klo aku main ke bekas kampus kuliah, udah sambil nyapa ibu kantin dan penjaga kampus sambil nongkrong-nongkrong di area DPR (Daerah bawah Pohon Rindang). Kami pun lanjut jalan dan melewati gedung perkantoran yang bersebrangan dengan Sanrio Puro Land. Baiklah kami foto di depan Istana Hello Kitty itu karena Aki meminta 🙂

Sanrio Puro Land

IMG_7567

Perjalanan lanjut dan kami menggunakan jalan tol untuk menuju Lake Kawaguchiko, di bagian awal dekat perkotaan ada sekelompok bangunan sky scraper dengan tumpukan dan persimpangan jalan layang yang ruwet banget lika-likunya. Aku sangat terpana serasa berada di sebuah kota luar angkasa dalam setting film Star Wars. Memasuki zona berikutnya seperti tol cipularang dengan lebih banyak bukit tinggi di kiri kanan jalan. Vegetasi yang tumbuh didominasi cemara hutan, karena sedang musim semi nampak pemandangan bukit-bukit hijau. “Seperti di negara kamu ya bukit-buki hijau ini?” Ujar Aki memecah lamunan. Dan sampailah pemandangan yang kami tunggu-tunggu, di kejauhan sudah nampak profil gunung Fuji, kebiruan seolah terlukis di dinding langit angkasa dengan pucuknya yang diselimuti salju..Horee!! kami hampir sampai.

Gunung Fuji sudah mulai terlihat
Gunung Fuji sudah mulai terlihat

Memasuki area lake Kawaguchi, kami langsung menuju Tourist Information di bagian depan, mengambil beberapa brosur untuk kami kunjungi. Di Tourist Information ini kami juga menanyakan apakah masih ada spot Sakura yang masih berkembang, menurut infonya ada ke bagian atas terus. Di Lake Kawaguchiko ini kurang lebih konsepnya seperti Taman Mini Indonesia, namun di dominasi museum music, herb, art, kimono, bunga, onsen dan juga beberapa atraksi seperti kereta gantung kachi kachi rope way sampai naik perahu keliling danau. Semuanya berkesan terutama museum music, wah suasananya dibuat seperti di Eropa, kesan romantisnya sangat kuat dengan taman bunga yang apik, fountain, gedung pertunjukaan musik indoor dan outdoor. Nampaknya jika kita pergi ke Lake Kawaguchiko memang paling enak membawa kendaraan sendiri, karena letak satu tempat ke tempat wisata lainnya lumayan jauh. Jarang sekali ada bus yang mengantarkan berkeliling, kami lihat beberapa turis asing berjalan kaki. Tempat pemberhentian pertama di gardu pandang ke arah gunung Fuji. Kami berempat yang mengenakan gaun panjang dan berjilbab banyak mengundang tanya dari turis domestiknya sendiri, Aki terlihat sibuk menjawab beberapa pertanyaan dari bapak-bapak dan Ibu separuh baya yang mungkin jarang melihat pengunjung seperti kami.

View of Mt. Fuji from Kawaguchiko
View of Mt. Fuji from Kawaguchiko

20130422_101731

Arena yang kami kunjungi lainnya di lake Kawaguchiko area seperti museum musik, kereta gantung, naik perahu keliling lake Kawaguchi, kami rasa cukup akrena masih akan mencari sakura!

Lake Kawaguchiko
Lake Kawaguchiko
Interior museum musik Kawaguchi
Interior museum musik Kawaguchi

20130422_114605

Bersiap menonton pertunjukan musik outdoor
Bersiap menonton pertunjukan musik outdoor
Museum Musik
Museum Musik

20130422_123209

Sakura Wine
Sakura Wine

Sempat juga mobil berhenti di jalan ketika melewati pohon sakura, tetapi sudah hampir berguguran dan layu. Perjalanan terus kami lanjutkan menuju desa yang kabarnya masih ada sakura bersemi di sana.

Berhenti di jalan untuk mencari Cherry Blossom
Berhenti di jalan untuk mencari Cherry Blossom

20130422_112832

Kami lanjutkan perjalanan ke arah atas mencari sakura. Ketika itu kami pasrah saja gak terlalu tahu tujuan kami kemana, kami percayakan saja kepada guide tour hari itu Aki 🙂 Terakhiran setelah browsing aku baru tahu bahwa kami menuju Lake Saiko Iyashi no Sato Nenba yang terdapat open air museum berupa restorasi desa jaman Showa Periode. Akhirnya, masih ada sedikit sakura yang masih bersemi kami pun melonjak kegirangan. Pemandangan dari desa Saiko Iyashi no Sato Nenba ini indah sekali, bisa berfoto dengan kostum sewaan seharga 500 yen saja dengan latar belakang gunung Fuji dan rumah-rumah pedesaan Jepang. Desa restorasi ini isinya adalah rumah-rumah yang digunakan untuk museum mini, penjualan souvenir dan atraksi kegiatan pedesaan Jepang.

Lake Saiko Iyashi no Sato Nenba
Lake Saiko Iyashi no Sato Nenba
Senangnya ketemu kamu..eh sakura
Senangnya ketemu kamu..eh sakura
View from Saiko Iyashi no Sato Nenba
View from Saiko Iyashi no Sato Nenba

1367404581113

Sistem kincir air di pedesaan
Sistem kincir air di pedesaan
Kebun Washabi
Kebun Washabi
Perapian di rumah pedesaan
Perapian di rumah pedesaan
Gadis berpayung merah
Gadis berpayung merah

Hari sudah semakin sore, karena malam ini harus mengejar bus malam ke Kyoto kami segera bergegas, tapi masih sempat mau ke satu tempat lagi onsen atau Gotemba. Kami sengaja request ke Gotemba karena pengen lihat Factory outlet barang-barang branded. Hahaha..ternyata di Gotemba hanya lihat-lihat saja dan beli beberapa jam tangan karena harga barang-barang fashionnya memang Woww >.<. Tepat jam 10 malam bus kami datang untuk menuju ke Kyoto. Perjalanan 8 jam akan kami tempuh sembari tidur malam di bis. Ucapan dan pelukan perpisahan untuk Aki 🙂 “Terima kasih untuk this one fine day tripnya! Sayonara!”

Advertisements

4 thoughts on “Cherry Blossom Trip from Lake Kawaguchiko & Saiko Iyashi no Sato Nenba

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s