Tana Toraja; Menyusuri Ke’te kesu dan menengok Romeo-Juliet di Lemo


Pagi hari pukul 6.00 kurang bus  Metro Permai yang kami tumpangi sedari pukul 21.00 di Makassar telah tiba di alun-alun Rantepao, Toraja. Badan lumayan segar dengan tidur cukup dalam bus. Di Rantepao sudah terlihat kesibukan di pagi itu. Kami sudah melewati alun-alun dan bus berhenti di poolnya. Rantepao merupakan kota kabupaten di utara Toraja, kami disambut oleh udaranya yang sejuk di pagi ini. Beberapa tongkonan dengan atap rumah khas Toraja terlihat menghiasi beberapa bangunan di sepanjang jalannya. Hari ini acara utama berkeliling Rantepao untuk melihat situs-situs makam Toraja yang terkenal. Kami berencana membersihkan tubuh dulu, sarapan baru lanjut eksplore lagi.

20131019_044815

Rombongan terbagi dua, Travelbandits berlima orang ini memilih untuk menyewa kamar hanya untuk sampai nanti malam saja, karena malam nanti kami akan kembali ke Makassar. Woww..memang skejul yang amat sangat padat. Sedangkan rombongan kedua memilih beristirahat sejenak di sebuah masjid besar di Rantepao. Kami mencari penginapan on the spot pagi itu, pilihan didasarkan pada ketersediaan kamar dan kebersihan bangunan. Jatuhlah pilihan kita pada penginapan bernuansa bangunan apik jaman Belanda bercat krem dan bertirai renda putih. Kami membujuk Tante pemilik penginapan agar boleh menyewa satu kamar untuk 5 orang dari pagi sampai malam jam 21.00 saja. Setelah deal kami pun menuju kamar, harga yang ditawarkan sebesar 225.000 idr sangat reasonable untuk dibagi 5 orang daripada kami bebersih di fasilitas umum. Suasana penginapan sangat hommy dengan perabot jaman dulu , Tante sangat apik dan bersih menata penginapan. Begitu kami tiba di kamar mata kami terbelalak dengan satu set ranjang besi besar berkelambu. Ini penginapan kan yah? bukan museum?

IMG_6125
Ranjang berkelambu

Rombongan trip menyewa 7 buah sepeda motor matic dan satu orang guide, kami berboncengan berdua setiap motor. Hari itu mentari pagi bersinar cerah, langit terlihat bersih karena tingkat polusi yang hampir tidak ada, berbeda dengan awan Jakarta. Anugrah perjalanan liburan, mata dimanjakan dengan pemandangan segar bukit hijau dan bentangan sawah. Situs pertama yang kami kunjungi adalah desa adat Ke’te Kesu terletak sekitar 4 Km dari tenggara Rantepao..

Ke’te Kesu berarti pusat kegiatan, di desa adat ini terdapat perkampungan, tempat kerajinan ukiran, dan kuburan. Pusat kegiatannya adalah berupa deretan rumah adat yang disebut Tongkonan, yaitu rumah adat khas Toraja yang memiliki atap melengkung dan dibagian depan dinding rumah terdapat tiang yang berisikan susunan tanduk kerbau. Semakin banyak tanduk memperlihatkan posisi kedudukan yang semakin tinggi dalam masyarakat adat. Tanduk kerbau ini adalah hasil dari pemotongan kerbau dalam upacara adat kematian Toraja, yang menurut bapak guide, dalam sekali pesta bisa dipotong 40 ekor kerbau dan berbagai atribut upacara kematian yang menghabiskan biaya ratusan juta sampai milyaran rupiah. Woww..

???????????????????????????????
Areal persawahan di sepanjang jalan menuju Ke’te Kesu
???????????????????????????????
Persiapan acara pernikahan di suatu kampung, Rantepao
20131019_075820
Desa adat Ke’te Kesu di pagi hari???????????????????????????????
??????????????????????
Tanduk kerbau di depan rumah
???????????????????????????????
Rahang kerbau di samping rumah
???????????????????????????????
Mendengarkan cerita bapak guide
???????????????????????????????
Di antara barisan Tongkonan

???????????????????????????????

Setelah berjalan sekitar 100 meter di belakang perkampungan ini terdapat situs pekuburan tebing dengan kuburan bergantung dan tau-tau dalam bangunan batu yang diberi pagar. Tau-tau adalah boneka kayu yang diukir sehingga mirip penampilan sang mendiang sehari-hari.

20131019_082615_1
Terlihat langsing jika dibandingkan dengan ukuran makam Tongkonan yang besar
???????????????????????????????
Terus menanjak ke atas
???????????????????????????????
Keadaan makam di dalam goa di Ke’te Kesu
???????????????????????????????
Para Leluhur

?????????????????????????????????????????????????????????????? ???????????????????????????????

???????????????????????????????
Pemandangan selama wisata makam di Rantepao

Bapak guide memilih jalan pintas untuk menuju situs makam selanjutnya, di Lemo. Jalan yang kami lalui belum lagi beraspal hanya tanah merah ditutupi kerikil-kerikil kecial agar jalan tidak licin, beruntung bukan musim penghujan, sehingga kondisi jalan tidak licin. Tetapi medannya menanjak karena menumpas bukit-bukit kecil menuju Lemo, kepayahan pula kami bergantian mengemudikan motor. Sampai di Lemo sebelum memasuki area makam, rombongan kami di dekati 2 penduduk setempat yang menyarankan agar kami menyewa petromaks. Kejadian tidak enak sempat terjadi, karena kami sudah membawa senter masing-masing orang, tetapi kedua orang yang mengaku pengurus makam, setengah memaksa agar kami menyewa petromaks seharga 30.000 rupiah satu unitnya. Mengikuti saran bapak guide kami sewa juga 2 buah petromaks, karena memang kondisi goa sangat gelap. Kebayang donk males bawa petromaks yang berat, kami tidak mau menambah dengan guide setempat maka tugas membawa petromaks pun akan digilir. Ahh, rupanya di Lemo ini adalah situs makam yang fotonya sudah terkenal itu, di bagian depannya ada banyak jejeran Tau Tau yang besar di taruh dalam dinding tebing yang menyerupai balkon dan diberi daun jendela, rupanya makam para bangsawan.

 

???????????????????????????????
Situs makam Lemo, Toraja

???????????????????????????????

Semakin masuk ke dalam setelah undakan tangga, kami memasuki goa yang sangat gelap, petromaks panas bin berat itu berguna juga akhirnya..Fuiihh. Baru 15 langkah dari mulut goa, Dewi dan Yeni menyerah minta keluar, muka mereka menunjukkan tingkat stress yang tinggi dengan dahi berkerut, seperti bisa merasakan makhluk dari dunia lain, sambil menggelengkan kepala dan mengangkat tangan Dewi berkta “Maaf gw gak bisa ikut ke dalam” dan segera bergegas berjalan keluar. Melihat adegan itu, perutku terasa gak nyaman, rasanya isi perutku menghujam ke ulu hati dan jantung berdegup kencang. Tapi aku penasaran..dan selama ini aku cukup bebal tidak merasakan apapun di tempat-tempat spookie seperti Lawang Sewu sekalipun. Sisa rombongan menuju maju. Udara lembab menguar dari dalam goa yang dingin, memang benar-benar gelap. Bapak guide mengangkat petromaks di dekat sebuat peti kayu berukuran besar. Rupanya itu adalah makam seorang bangsawan, kepala daerah sekitar yang melegenda dan dihormati. Rombongan terus melangkah mengikuti sinar petromaks guide. Sampai ke bagian paling menjorok ke dalam, terdapat sepasang kepala tengkorak yang satu berukuran lebih kecil. “Itu adalah jasad tengkorak Romeo & Juliet”, jelas si bapak. “Woww..romantis..romantis”, decak kagum kami bersahutan. “Mereka adalah dua pemuda-pemudi yang saling jatuh cinta tetapi tidak direstui kedua belah pihak keluarga, karena menurut adat marga keluarga mereka di larang menikah. Tetapi mereka nekat kawin lari dan kemudian dikejar pihak keluarga. Kejadian selanjutnya mereka gantung diri di sebatang pohon”, terang si bapak. “Ouhhhh..kasihan”, mentok banget yah gak bisa ke lain hati.

???????????????????????????????
Zona Spookie dimulai..gelap dan dingin..
???????????????????????????????
Pancaran sinar petromaks di dekat peti
???????????????????????????????
Tengkorak Romeo dan Juliet di Lemo
???????????????????????????????
Rest in Peace Rome & Juliet..Hopefully..
???????????????????????????????
Detail Tau Tau di celah tebing
???????????????????????????????
Female Traveler on Lemo, Toraja. Sweet memories..
??????????????????????
Balkon Tau Tau

What next on Rantepao? Setengah lelah kami laju motor-motor kami menuju destinasi berikutnya…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s