Penjelajahan Situs Romawi Kuno Pompeii


Pompeii sebagai salah satu situs warisan dunia yang ditetapkan oleh UNESCO menyimpan sejumlah cerita dan bukti tentang sejarah pada era kekaisaran Roma. Pompeii luluh lantak dan terkubur akibat meletusnya gunung Vesuvius pada 24 Agustus 79 Masehi. Reruntuhannya dapat menggambarkan kondisi kehidupan pada masa lalu yang selama hampir 1.5 millenium terkubur dan dibalut debu vulkanik, saat ini menguak beberapa fakta yang mencengangkan dunia. Dari perjalanan ini banyak pembelajaran yang bisa diambil tentang kebudayaan, nilai moral dan norma agama.

Sudah sejak kecil aku menyimpan rasa ingin tahu yang besar tentang Pompeii. Dari sebuah majalah anak-anak yang kubaca sewaktu SD, salah satu artikelnya pernah mengupas tentang Pompeii. Terekam kuat dalam memoriku waktu itu, gambar-gambar korban penduduk Pompeii yang terkubur debu vulkanik sampai ribuan tahun lamanya. Ekspresi tubuh dan wajah mereka yang sangat ketakutan, teriakan seolah terekam jelas dari mimik wajah mereka yang terawetkan debu vulkanik. Reruntuhan kota Pompeii pun terlihat sangat menarik di artikel itu dengan Portico tiang penopang atap khas arsitektur Romawi. Sampai pada tahun 2014 ada satu film box office yang beredar di bioskop berjudul Pompeii, yang lebih banyak bercerita tentang kisah seorang gladiator yang hidup sampai meletusnya gunung Vesuvius di 79 M tersebut. Film ini membawaku berselancar di dunia maya untuk mendapatkan gambaran detail kehidupan kota Pompeii pada kehidupan era kekaisaran Romawi di abad pertama Masehi. Kota Pompeii pada abad itu sudah memiliki budaya dan tatanan kehidupan yang sangat maju. Perusahaan perdagangan, bangunan-bangunan besar tempat berkumpul, hotel dan amphitheater besar ditemukan hampir dalam kondisi utuh. Tak hanya itu Pompeii yang merupakan kota resort tepi pantai pada masanya menyimpan rahasia yang kelam, penemuan barang-barang arkeologis yang bentuknya melanggar norma agama manapun di dunia, berupa perkakas rumah tangga, patung dewa kepercayaan rakyat Pompeii, graffiti dan lukisan. Temuan yang mencengangkan ini sangat mengganggu, sebagian besar di hancurkan atau dikubur kembali. Beberapa disimpan dalam tempat terkunci di museum nasional di Napoly. Baru sejak tahun 2000 temuan ini dapat dilihat oleh publik. Anak usia bawah umur tidak diperbolehkan melihat kecuali di dampingi orang dewasa. Pompeii merupakan salah satu penemuan arkeologis terbesar. Jasad korban penduduk Pompeii yang terkubur debu vulkanik dan terawetkan bentuknya diisi dengan cast plaster, para arkeolog mencoba menghadirkan kondisi seperti kejadian gunung Vesuvius yang meletus di tahun 79 Masehi. Fakta menyatakan bahwa Pompeii merupakan satu-satunya situs kota kuno di mana keseluruhan struktur topografinya dapat diketahui dengan pasti tanpa memerlukan modifikasi atau penambahan membuatku semakin ingin tahu dengan mengunjungi situs kuno ini secara langsung.

Perjalanan dimulai dari pagi pukul 7.30 di daerah Conca D’Oro, kota Roma tempat aku dan dua orang teman menginap. Sebelum mencapai Pompeii kami harus menuju Napoly dengan menggunakan kereta. Tiket kereta Roma Termini ke Napoly kami pesan online melalui website keerta Italy. Begitu sampai di Napoly kami baru memberi tiket kereta lokal untuk ke stasiun Pompei Scavii. Lebih baik membeli tiket di kios penjual koran di dalam stasiun, harganya pun sama dengan mesin tiket. Waspada ketika membeli tiket di mesin tiket, karena beberapa gadis gypsi akan membuntuti Anda dan mengekor minta diberi uang. Kereta lokal menuju Pompei Scavii bentuknya menyerupai kereta diesel (KRD) di Jakarta. Kereta lokal ini jauh dari kenyamanan, banyak penumpang yang merupakan turis mancanegara harus berdiri termasuk kami. Perjalanan dari Napoly ke Pompei dengan kereta lokal ini memakan waktu kurang lebih 1,5 jam karena kereta berhenti di semua stasiun kecil.

20140527_103304
Subway di Napoly untuk naik kereta ke Pompei Scavi
20140527_105452
Di dalam kereta yang penuh sesak
???????????????????????????????
Kereta lokal untuk ke Pompei
???????????????????????????????
Stasiun Pompei Scavi

 

Akhirnya kami sampai di stasiun Pompei Scavii, begitu keluar dari stasiun kecil itu kami hanya mengikuti rombongan turis yang berjalan ke arah situs Pompeii. Sekitar 500 meter dari stasiun kami sudah menemui keramaian khas tempat wisata. Di depan pintu masuk situs Pompeii berjajar deretan restoran kecil yang menjual makanan khas Italy, lapak-lapak pedagang buah dan penjual cindera mata. Saat kami mulai masuk gerbang utama situs, arah langkah kami mulai mengikuti antrian yang begitu panjang mengular. Cukup lama juga kami pasrah mengantri sampai akhirnya 20 menit kemudian ada petugas yang menghampiri dan menyarankan untuk membeli tiket dari tempat antrian yang lain, karena tidak jelas informasinya kami bertiga berbagi tugas, dua orang tetap menganti di tempat awal dan satu orang mengikuti anjuran petugas. Betul saja 15 menit kemudian kami sudah mendapatkan tiket yang ternyata harus dibeli di loket tiket dekat tempat parkir bus.

???????????????????????????????
Pintu masuk situs Pompeii dari Porta Marina
???????????????????????????????
Kota Pompeii terletak di lereng gunung Vesuvius yang sejuk
???????????????????????????????
Nampak gunung Vesuvius yang berjarak 8 km dari Pompeii

???????????????????????????????

Dimulailah penjelajahan kami di dalam kota Pompeii. Begitu masuk kami harus memasuki gerbang pintu kota yang merupakan jalan berbentuk terowongan tinggi yang dibuat dari batu-batu besar yang bernama Porta Marina. Keluar dari terowongan kami dihadapkan oleh reruntuhan bangunan-bangunan besar yang menyisakan banyak pondasi tiang berdiameter besar. Nampaknya seperti bentuk city hall tempat bangunan besar ruang publik. Letaknya yang berjarak 8 km dari gunung Vesuvius, membuat reruntuhan kota Pompeii dihiasi gunung Vesiusnya nampak sebagai latar belakang. Luas situs Pompeii ini mencapi 67 hektar dan  terbagi menjadi 9 region. Susunan region dibuat berputar berlawanan arah jarum jam dengan region I dimulai dari lingkaran terluar sampai region IX ke bagian dalam. Perlu waktu setengah hari untuk dapat menelusuri keseluruhan situs. Waktu yang terbatas membuat kami hanya sempat melewati beberapa region dimulai dari region VII dan VIII dekat pintu gerbang Porta Marina.

???????????????????????????????
Pompeii area Region VII
???????????????????????????????
Sistem pipa perairan kota yang sudah ada sejak abad pertama masehi

???????????????????????????????

 

Mengamati reruntuhan bangunan rumah di Pompeii mengundang decak kagum dari para pengunjungnya, karena konsep rumah, gedung dan tata kotanya sudah hampir sama dengan kota modern saat ini. Pompeii memiliki tata pipa pengairan untuk kebutuhan air minum dan 25 air mancur di dalam kota. Ketika memasuki salah satu rumah besar biasanya milik saudagar kaya atau pejabat Pompeii, konsep rumah Pompeii lebih ditujukan untuk menunjang kegiatan pergaulan sosialita, banyak ruangan rumah yang merupakan publik area. Di bagian depan rumah akan terdapat hall luas dan menggunakan ruangan terbuka yang disebut atrium, lantainya terbuat dari batu marmer yang disusun dengan desain mosaik yang artistik. Sosialita Pompeii akan bertemu dalam urusan bisnis di bagian atrium yang dilengkapi dengan kolam impluvium untuk menampung air hujan yang mengalir dari compluvium bagian atap rumah yang terbuka. Bagian belakang rumah terdapat taman luas berumput hijau dan ditumbuhi pepohonan rindang yang dapat dipandang dari sebuah teras yang ditopang oleh tiang portico yang berjejer.

???????????????????????????????
Cast plaster korban erupsi Vesuvius. Bahkan sepatu dan pakaian masih melekat terawetkan.
??????????????????????
Kotak impluvium untuk menampung air hujan di bagian bawah dari compluvium pada bagian atap pada atrium
???????????????????????????????
Lukisan Fresco pada dinding
???????????????????????????????
Deretan tungku pada dapur
???????????????????????????????
Sophisticated furniture
???????????????????????????????
Julia Felix’s big house

???????????????????????????????

Bahkan Pompeii memiliki fasilitas umum pemandian air panas. Kolam mandi air panas dibuat di atas dari bata yang disusun setinggi 70-90 cm. Kolam dipanaskan oleh proses pemanasan oleh tungku pembakaran arang dan udara panas akan naik dari bawah lantai marmer. Orang Pompeii bahkan telah memikirkan cara untuk mencegah kondensasi air yang dapat menetes langsung dan mengganggu orang yang berada dalam kolam  dengan menciptakan kebun kecil di langit-langit yang mengumpulkan semua air dan berbalik ke arah dinding. Tujuan terakhir adalah melihat amphitheater besar yang ukuran total bangunannya mencapai 134.8×102.5 m dan kapasitas penontonnya sampai 20.000 orang. Aku benar-benar kagum dengan bangunan sebesar itu yang di bangun pada tahun 80 SM. Bangunan amphiteater pada umumnya didesain menyerupai mangkuk karena untuk menyiasati system suara agar terdengar ke seluruh penjuru arena dalam amphiteater. Fungsi amphitheater di Pompeii sendiri dahulunya digunakan untuk segala macam upacara persembahan kepada dewa, circus dan pertandingan gladiator.

???????????????????????????????
Kolam mandi di Stabian thermal bath
???????????????????????????????
Kolam pemandian air panas dengan taman di atap untuk sistem anti kondensasi
???????????????????????????????
Bangunan besar amphiteater

??????????????????????????????????????????????????????????????

 

???????????????????????????????

Penjelajahan Pompeii hari itu diakhiri dengan santap siang di lokal resto setempat. Kami memesan pizza khas Italy dengan roti yang tipis, risotto yang paling gurih yang pernah kurasakan,  spageti pescatore dengan bumbu yang lezat, lebih tajam rasa bumbunya dan pedas masakan khas Pompei area.

20140527_135237

Advertisements

2 thoughts on “Penjelajahan Situs Romawi Kuno Pompeii

    1. Iyeppp tdinya gak kebayang abad 1 M sudah maju sekali seperti itu. Lihat peninggalan Pompei yang syerem2 itu cukup browsing aja deh, klo di situsnya hampir gak ada lagi. Walaupun beberapa penjual cindera mata menjual beberapa item vulgar tapi lebih baik wisata ke Pompei untuk diambil knowledge yang bagusnya aja 🙂

      Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s