Piknik di Bukit Berbunga Hitsujiyama, Chichibu


Musim semi di bulan April itu kami tiba di Kiyose malam hari dan berkat seorang teman yang kangen berat dengan suasana tanah air alias direcokin sama gerombolan urban traveler ini, kami berempat dengan senang hati menerima tawaran Ieya untuk menginap di apartemennya yang jauh lebih luas dari kamar hotel tentunya. Jadi kami traveler dengan spesialisasi dan expert dalam bidang merecoki tersebut siap mempersembahkan kehangatan, kehebohan, keceriaan, kegemparan dan bahkan aura kegalauan dalam apartement Ieya. Tapi eitss tunggu dulu…sehabis memasuki apartement dan sebelum kami mengeluarkan spesialisasi kami masing-masing , Ieya memberitahu tata tertib hidup di apartement di Jepang yang akhirnya menghasilkan suasana setenang mungkin, suara cekakakan dan cekikikan gak boleh kayak ante Suzanna, buang sampah basah dan kering dipisah, tutup botol bekas ada tempatnya sendiri, botol plastik bekas ada wadahnya sendiri, cara hidupin air panas, pemakaian lampu…ngalahin catatan si Boy inihh tata tertib. Haikkkkk..baiklah kami warga dunia ketiga ini emang perlu di tatar sedemikian rupa dan memang inilah esensi sesungguhnya dari hobby jalan-jalan backpacker lintas negara untuk study banding good people! belajar donk dari negara maju.

DSC00300
Apartement di Kiyose
Spring in Kiyose

Selesai makan malam dan bebersih mulailah kami menyusun acara buat besok seharian mau kemana saja. Ieya sibuk mengeluarkan brosur-brosur dari laci meja kerjanya. Kami mulai menyortir brosur-brosur itu.

  • “Wahh ini ada tembok es salju yang besar sampai melewati tinggi bus” tunjukku pada satu brosur.”Itu jauh Ta, ntar kita gak bisa explore Tokyo city” sanggah yang lain.
  • “Gimana klo nonton Sumo, Inih ada brosurnya juga” Ade memilih brosur sumo yang pasti eye catching kostumnya :-D. “Itu seasonal gak setiap hari ada”, jelas Ieya
  • ” Gimana klo kita lihat Shiba sakura!” Ieya menunjuk brosur yang gambar depannya bukit berbunga yang ditutupi karpet bunga ungu, pink dan putih. “Ini hanya sekitar 1.5 jam dari Kiyose dan sorenya kita ke Harajuku”

Team memutuskan ke Shiba Sakura karena biaya di deteksi paling murah dan sisa waktu masih bisa explore Tokyo city 🙂

Girls just wanna have fun…Semalam sudah cukup seru juga saling bercerita dan curcol sampai larut malam. Pagi-pagi sekali ini Ieya kulihat sudah meninggalkan kamar, aku memicingkan mata..dan kembali menarik selimut (bagusss). Para tamu yang diharapkan dapat memberikan aura kehangatan khas tanah air ini memang agak keliwatan, masih meringkuk dalam futon yang hangat (maklum kecapean memanggul keril). Aku mendengar aktivitas di dapur dan ternyata Ieya sudah terjun memasak. Salut deh kemandirian dituntut tinggi ketika merantau ke negeri orang. Maka kami berdua langsung sibuk memasak untuk sarapan dan persiapan bekal piknik. Seabad kemudian anggota yang lain berdatangan melihat menu sarapan kami, fried salmon with herb and lemon, bread, salad dan nasi goreng. Yang aku suka minuman sachet di Jepang seperti kopi dan green tea milknya rasa manisnya sangat sedikit, tidak manis akut seperti di sini.

??????????????????????????????? DSC00235 20130427_052750 20130426_215953

Bukit berbunga yang akan kita tuju adalah  Hitsujiyama park yang terletak di Chichibu, ditempuh selama 1.5 jam dari Kiyose station dengan mengambil line Ikebukuro dan harus berganti kereta dulu di Hanna station.

Di depan Kiyose station
20130427_102333
Berganti kereta line Ikebukuro di Hanna station
???????????????????????????????
Pemandangan dari kereta menuju Chichibu

Pemandangan menuju Chichibu dipenuhi dengan bukit-bukit hijau dan rumah minimalis design khas jepang yang rapi. udaranya segar dan matahari bersinar hangat pagi itu. Kereta yang kami tumpangi berjalan santai dan berhenti di setiap stasiun kecil. Makin dekat dengan Chichibu makin banyak penumpang lokal baik anak-anak muda maupun serombongan keluarga yang sepertinya mempunyai tujuan yang sama berpiknik di Hitsujiyama park dan menikmati shiba sakura. Kereta semakin menanjaki bukit dan akhirnya sampai juga di Yokoze station. Setibanya di stasiun tujuan kami harus berjalan lumayan jauh sekitar 30 menit jalan kaki santai melewati kebun sayuran sepanjang jalan desa. Semua pengunjung tertib berjalan kaki melalui jalan desa, kebayang klo di sini pasti sepeda motor dan mobil berseliweran dan berdesakkan macet gak keruan untuk menuju satu tempat wisata. Kulihat ada satu-dua mobil kecil kotak melintasi jalan desa ini, tapi tampaknya bukan pengunjung dari luar melainkan warga setempat yang akan bepergian.

IMG_8337
Welcome in Yokoze
Jalan kaki sehat
Jalan kaki sehat
Melewati jalan desa dan kebun
Melewati jalan desa dan kebun
Tempat pembelian tiket Hitsujiyama park
Tempat pembelian tiket Hitsujiyama park

Akhirnya kami sampai ke sebuah taman bermain dan terdapat tenda yang dijaga oleh para bapak-bapak usia paruh baya yang rupanya adalah tempat pembelian tiket masuk. Tak jauh dari tiket masuk setelah melewati beberapa area perkebunan, jalan semakin menanjak sampailah kami ke pintu masuk Hitsujiyama park. Dibalik gerbang pintu masuk terhamparlah shiba sakura dalam 3 warna, ungu merah muda dan putih memenuhi bukit-bukit sehingga menyerupai karpet permadani yang empuk sedikit bergelombang. Disebut sebagai Shiba karena menyerupai rumbut dan warnanya ketika bermekaran seperti sakura. Shiba sakura adalah tanaman Phlox Subulata yang berasal dari Amerika Utara dan termasuk ke dalam family Polemoniaceae. Warna shiba shakura berpadu dengan hijau pepohonan dan Ohh..tampak juga gunung Chichibu di latar belakangnya. Bak sekawanan kupu-kupu kami langsung menyebar berburu spot untuk berfoto. Sungguh pemandangan yang menyejukkan mata.

IMG_9757 IMG_8459 ??????????????????????????????? IMG_8440 IMG_8457 IMG_9760 IMG_9754 DSC00281 20130427_124523 20130427_124655 20130427_12193020130427_12412620130427_123958   20130427_123902 20130427_122700IMG_8461

Di Jepang Shiba sakura dapat dinikmati di beberapa tempat seperti di Yamanashi dekat gunung Fuji, Hokkaido, Gunma dan yang kami kunjungi di Chichibu Saitama. Untuk jalan pulang kami juga berjalan kaki menuju Chichibu station. Lingkungan hijau dan berbukit juga tertata rapi membuat perjalanan tidak melelahkan. Tinggal di Jepang harus senang jalan kaki kata Ieya. Wahh klo lingkungan rendah polusi dan pejalan kaki mendapat tempat yang layak siapa yang tidak mau ya, healthy life jadi dambaan masyarakat Jakarta dan sekitarnya.

20130427_132001 20130427_132312

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s