Bermain Snow Skiing di Hakuba!


Mobil yang kami kendarai perlahan bergerak menuju sebuah area parkir yang tertutup salju tebal. Mobil berjalan perlahan menanjak untuk mencari lahan yang lebih datar permukaannya.  Tyre snow yang sudah dipersiapkan untuk menghadapi kondisi salju di Hakuba area ini, bekerja keras mencengkeram di bagian tepi ban dengan winter pattern-nya mencegah ban mobil slip di jalanan es yang licin.

Butiran kecil salju mulai luruh dari langit siang itu ditemani hembusan kuat angin gunung yang menyapa, membuat badanku segan berjalan keluar dari mobil.  Kulihat ke bawah dimana kakiku menapak di atas permukaan salju tebal yang masih gembos ketika diinjak, pertanda timbunan salju baru saja terbentuk.

Akihiro berjalan ke bagasi mobil mengeluarkan perangkat snow board dan sambil tertawa ‘serius’ 😀 dia menunjukkan bak plastik seluncur berwarna merah kepadaku.

“Nanti buat bermain di atas”, ujarnya seraya berkemas.

Bukannya pengen main ski disini? Kayanya bak merah ini hanya bakalan buat cobain sekali-dua kali seluncuran di bukit.  Ucapku dalam hati tapi tetap mengiyakan keberadaan si bak merah.

Suhu semakin dingin dengan angin yang berhembus kencang dan rintik salju semakin jelas turun. Akihiro menawarkan beberapa jaket persediaan di dalam bagasinya karena kuatir kami tidak kuat menahan hawa dingin. Segera dia berjalan cepat menenteng sepatu ski, snow board dan bak plastik merah menuju Hakuba 47 Mountain sport Park dimana kami akan bermain ice skating. Kuangkat lutut tinggi-tinggi ketika melangkah karena timbunan salju yang begitu tebal menyulitkan kaki melangkah normal. Perjalanan terasa amat jauh, Aku jadi teringat film Oshin ketika harus berjalan terseok di tengah badai salju yang tebal (agak lebay ahh). Belum lagi ketika harus melewati tanjakan curam yang sempit dan saljunya sudah mengeras licin, akhhh Aku paling sebel ketemu permukaan jalan dengan salju yang sudah menjadi es keras, karena super licin 😦 Sampai akhirnya Aku melihat sepertinya kami sudah tiba di Snow Park tersebut, ada beberapa anak remaja yang sedang berjalan menenteng snow boardnya.  Kami langsung menuju gedung tempat penyewaan peralatan ski. Setelah mengambil baju dan peralatan pesanan kami sesuai size masing-masing. Kulihat sekeliling ruang di gedung itu, tidak ada turis asing! semua orang lokal. Keasingan itu tidak hanya melanda diriku tapi begitu juga dengan staff penyewaan alat ski, dia nampak bertanya pada Akihiro dalam bahasa Jepang dari mana kami ini berasal, karena Aku hanya tahu Aki menjawab “Indonesia”. Glukk…rasanya Aku seperti datang dari tempat terpencil yang tidak banyak orang tahu ketika menerima tatapan ‘curious’ si staff, tapi segera kami berdua tersenyum satu sama lain.

Ternyata memakai sepatu ski itu susah! Sepatunya besar dan kaku sampai dengan tinggi seperti ankle boots.  Bagian dalamnya tebal dan lembut. Belum lagi baju dan celana ski yang tebal. Yeahhh..Aku merasa seperti memakai kostum astronot! ditambah lagi berjalan di area bersalju yang masih belum akrab kondisinya.  Akihiro dengan sabar berkali-kali memakaikan snow ski kami, karena ini benar-benar pertama kali  bermain ski! Sebelumnya kupikir dengan hanya melihat belajar ski dasar dari youtube sudah cukup, tapi alamakk berjalan di atas salju dengan papan ski itu susah sekali! baru akan meluncur badan ini sudah kehilangan keseimbangan dan Brugg!! dengan sukses berulang kali Aku dan Ade terjatuh. Karena tidak ada kemajuan berarti dalam langkah Aku dan Ade bermain ski, kami berdua menyilahkan Aki bermain snow board sendiri ke atas bukit. Ada gondola untuk menuju puncak bukit dan selanjutnya para pemain ski dan snowboard dengan lincah gemulai menuruni bukit tersebut dengan berbagai atraksi berkelok meluncur.

Setelah kami ditinggal berdua saja keadaan semakin parah! ketika sebelumnya Aku terjatuh masih ada Akihiro yang membantu berdiri. Sekarang ini Ade lebih duluan terjatuh! Hahahaha..tawaku keras melihat adegan Ade terjatuh dengan pantat mencium tanah :). Aku tancapkan ski pole selangkah ke depan, ku dorong badan ke depan menggunakan tumpuan kedua kaki sambil lutut membentuk siku, sedetik aku meluncur…tapi ..sejurus kemudian badanku oleng dan Aaaakkkk…BruGG!! Aku terjatuh merosot dengan pantat mencium salju tepat di belakang Ade yang tengah sibuk selfie dengan HP. Setelah gigi kami kering karena tertawa baru kami berpikir bagaimana caranya berdiri dari permukaan salju yang semakin dingin di pantat kami ini!

Kawan kami bu Alin sudah kelelahan sedari tadi dan sekarang sedang berada di coffee shop di gedung atas. ” Kalau lihat Akihiro sudah meluncur ke bawah dari atas bukit kita panggil yah De”, sepertinya itu satu-satunya cara yang bisa membuat kami beranjak dari keterpurukan ini   :(. Kami berdua sudah seperti putri duyung yang terdampar. Kupasang mata ke arah bukit tempat orang-orang berseluncur, mencari sosok jaket yang dipakai Akihiro, hujan salju terus turun semakin tebal, butiran-butiran serupa es serut putih jatuh dari langit dan serpihannya bertumpuk di kaca mataku membuat jarak pandang semakin absurd. Setelah yakin kulihat sosok Aki sudah turun berseluncur dengan snow board dari bukit, segera kami berteriak memanggil namanya dan melambaikan tangan. Setelah suara kami terbawa angin dan gak yakin terdengar, akhirnya Aki menoleh dan menyadari dua orang ini butuh pertolongan! “Tolong bantu Aku berdiri!” teriakku di tengah dingin.

Tak dinyana bak plastik merah menjadi primadona siang itu. Aku, Akihiro dan Ade bergantian menuruni gundukan kecil bukit salju sambil berteriak-teriak ngeri, norak dan seru! Belum lagi “Snow Wars” alias timpuk-timpukan salju dan dengan teganya Aki mengumpulkan penuh salju di bak plastik merah untuk menyerang!

Saatnya menuju penginapan kami di Mountside Jodel tak jauh dari Hakuba 47 Mountain Sport Park. “I will drop you at the guesthouse and then after dinner I will continue to have snow boarding in different snow park tonight! Humm..before it I need to check and booking the snow park ticket in convenience store” Mau keluar rasanya bola mataku mendengar rencana Akihiro selanjutnya. “Gak cape apahh?” Setelah 5 jam mengendarai mobil hari itu. “I just want to take a bath with hot water after this!” Ujarku singkat dan lelah.

Malam ini kami janjian bertemu untuk ngobrol dan bertukar hadiah :). Sepulang bermain snow board Aki membawa ember berisi salju untuk membenamkan bir kaleng di dalamnya.  Kami bertukar oleh-oleh. Sebotol Habanero hasil perjalanan Akihiro dari Mexico dengan merk namaku 🙂 dengan dengan happy kuterima!

Malam itu Aku, Ade dan Bu Alin tidur di kamar bergaya ryokan dan tidur dengan alas futton yang tebal. Masih ada sejumlah tempat menanti dalam itinerary yang dibuat Akihiro: Shirakawago, Jigokudani Monkey park, Takayama Old City dan Nabana no Sato.

Advertisements

4 thoughts on “Bermain Snow Skiing di Hakuba!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s