Tergoda Naik Gunung


Aaakkhh!!!…tanpa kusadari aku jatuh terkilir di jalan turun yang curam di lereng bukit, serta merta badanku menggelinding jatuh ke arah kanan. Untuk menghentikan laju kucengkeram apa saja tanaman rambat yang ada di sekitarku, beberapa hanya berupa rumput yang langsung putus begitu kucengkeram. Beruntung ada beberapa semak belukar berakar batang agak keras yang dapat kupegang dan menghentikan laju tubuhku yang jatuh terguling-guling. Segera kusadari kakiku tengah berayun-ayun di tepi jurang tidak kebagian lahan datar untuk berpijak.

“Kaaakk..!” sesosok tubuh mungil berkerudung segera berlari refleks ke arahku. Oni nama gadis berkerudung itu menjulurkan tangannya untuk kugapai.

“Baik-baik saja kak Nita?” Oni bertanya super cemas.

“Ya..ya..Aku baik Oni. Thanks” Aku menjawab lega.

“Fiuhh..Aku bangkit di bantu Oni dengan terlebih dahulu mencari pijakan tanah yang padat dari sebelumnya posisi kakiku yang menggantung di bibir jurang.

Suhu udara berkisar 18-20 derajat Celcius malam itu di perbukitan Ayek-ayek jalur menuju Ranu Kumbolo pegunungan Semeru. Jam menunjukkan pukul 22.30 waktu Indonesia bagian barat. Sehabis aku jatuh semua orang di dalam rombongan kecil ini kembali berkonsentrasi meneruskan perjalanan. Kami telah melalui banyak turunan dan tanjakan dengan sudut elevasi yang sangat curam sekitar 60-70 derajat. Sebagian besar telah memakai jas hujan karena sewaktu Isya tadi hujan telah turun rintik di pintu masuk hutan. Walaupun hujan tidak jadi turun tetapi celana hujan ini berguna untuk merosot di turunan tanah merah yang sangat curam dan licin. Tak heran konsentrasiku sempat buyar sampai kakiku terkilir di jalan setapak berbatu di lereng bukit Ayek-ayek. Tak jauh dari tempatku terjatuh, rombongan kecil terdiri dari tak lebih dari 10 orang ini menemui jalan bercabang ke kanan dan ke kiri sama besarnya. Rombongan sontak berhenti, karena tak ada yang tahu harus mengambil cabang jalan ke kiri atau ke kanan. Para lelaki dalam rombongan itu mulai putus asa. Sembari memanggul beban keril yang sangat berat berisi perlengkapan logistik dan bahan makanan untuk kemping, mereka sudah terlihat setengah putus asa. Seseorang mulai menanyakan kehadiran panitia penyelenggara Pendakian Gunung Semeru ini dan dijawab tidak tahu plus kebingungan dari yang lain.

“Kita berhenti dulu di sini, melepas lelah sebentar dan menunggu seseorang dari panitia untuk memutuskan memilih jalan”, Seseorang lelaki mulai menurunkan kerilnya ke tanah dan diikuti oleh yang lain, segera kami duduk di tepi jalan di antara dua cabang jalan setapak. Dingin mulai mengusik, rasanya suhu sudah mencapai 16 Celcius, tanpa kami bergerak udara dingin semakin menusuk. Seseorang kembali dari kejauhan, meletakkan beberapa ranting pohon kering di tengah-tengah kami.

“Korek..mana” Pintanya cepat pada temannya. Sesaat kemudian api disulut dan mulai membakar ranting-ranting kering di tengah kami. Semua orang menjulurkan tangan ke tengah perapian.

“Berapa jauh lagi kita akan sampai Ranu Kumbolo? Sudah selepas ashar kita berjalan dari desa Ranu Pane”, Seseorang bertanya tanpa mendapat jawaban, karena yang lain pun sama belum pernah ada yang lewat jalur Ayek-ayek ini. Jalur para porter yang katanya hanya diperlukan waktu 3 jam dari ranu Pane menuju Ranu Kumbolo via jalur ini. Nyatanya rombongan kami yang berjumlah 60 orang di awal start Ranu Pane, sekarang telah berpencar-pencar menjadi kelompok kecil kemudian tersesat dan sampai pukul 23.30 belum juga sampai Ranu Kumbolo tempat untuk bermalam mendirikan tenda.

“Mari kita jalan lagi, Itu ada panitia yang datang”, Ujar seseorang.

Note: Kelompok Peserta pendakian Gunung Semeru pada Desember 2013 yang aku ikuti ini, berasal sebagian besar dari Jakarta dan kami mengikuti sebuah travel pendakian yang sedang trend dengan budget yang sangat terjangkau hanya 575 ribu rupiah/orang untuk program pendakian Semeru selama 5 hari/4 malam dengan start meeting point stasiun Malang. Fasilitas yang didapatkan transportasi menggunakan truk pasir Malang-Ranu Pane pp, tenda, 1 kaos t-shirt  (dengan kualitas buruk). Untuk kebutuhan makanan kami membawa sendiri. Seharusnya “Travel Pendakian” bertugas sebagai suatu team kepanitian yang menjadi guide kami selama pendakian. Tetapi kenyataan yang ada, tidak ada guide pendakian, tenda pun kurang (kami harus menempati tenda kapasitas 4 orang menjadi 7 orang). Keadaan bertambah tidak terkendali sehabis summit Semeru, bahwa kelompok travel pendakian yang kami ikuti menjadi terpencar-pencar perorangan dan kelompok kecil demi mencapai Ranu Kumbolo dan mendapatkan tenda untuk bermalam.

Apa yang selanjutnya terjadi setelah kami tersesat di jalur Ayek-ayek pada pukul 23.30 malam itu adalah kami sudah menyerah dan memilih bermalam di suatu lembah yang memiliki permukaan datar. Udara begitu dingin, semua aliran udara di bukit dengan ketinggian sekitar 2400 mdpl itu seakan terperangkap di lembah tempat kami bermalam. Pagi hari kudapati jaket winter tebal yang sudah kupakai lagi sejak pukul 12 malam itu basah pada bagian punggung tembus sampai ke sleeping bag membentuk pola sebuah pulau yang besar oleh keringatku. Dadaku dekat jantung berasa sakit. Aku terkena Hypotermia!

Ternyata Ranu Kumbolo hanya berada di balik bukit di lembah tempat kami menginap, hanya berjarak 500 meter. Karena sudah kelelahan tadi malam kami tidak mau berspekulasi berjalan lebih jauh lagi. Setelah sarapan kelompok kami berpindah ke Ranu Kumbolo dan mendirikan tenda base camp. Pendakian akan dilanjutkan ke Oro-oro Ombo, Cemoro Kandang dan Kalimati pada malam nanti. Aku yang sudah merasa tidak sanggup lagi melanjutkan pendakian memilih tinggal di base camp Ranu Kumbolo malam itu bersama Ami dan Indah, tiga peserta yang terserang Hypotermia.

Pagi ketika sampai di ranu Kumbolo aku segera memanggil porter yang tengah melintas sehabis membawakan peralatan logistik kelompok lain.

“Pak jemput saya besok pagi pukul 7.30 di Ranu Kumbolo”, pintaku setelah bertanya berapa ongkos untuk mengantarku sampai bawah Ranu pane. Jalur Ayek-ayek yang sangat berat untuk pendaki pemula, hampir terjatuh ke jurang dan mengalami hypotermia cukup menguburkan asaku mencapai puncak Semeru

Ranu Kumbolo begitu indah. sempat kunikmati berkeliling danau di ketinggian 2400 mdpl itu. Tapi moodku sudah hilang dalam pendakian kali ini. Malam itu hujan turun sangat deras di ranu Kumbolo. Dinginnya jangan ditanya.

Esok paginya pukul 7.30 porter datang dan kami turun berdua saja dari Ranu Kumbolo melalui jalur pendakian normal bukan jalur Ayek-ayek. Di jalur pendakian normal terdapat 4 pos pendakian milik Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dan terdapat shelter yang dapat digunakan untuk beristirahat dan terdapat ranger yang berjaga mengawasi para pendaki. Jam 11.30 aku sudah sampai Ranu pane! tambah kesal aku dengan “Travel pendakian” yang kami ikuti dengan sembrono mengambil jalur Ayek-ayek untuk pendaki pemula.

Sampai desa Ranu Pane aku menyewa motor trail pak porter untuk mengantarku sampai desa Tumpang. Dari Tumpang aku dapat menuju hotel yang sudah aku booked. Begitulah akhirmya aku melewati 2 malam sendiri di hotel sambil menunggu teman yang summit. Keputusanku tepat. Yeni kawanku bercerita keadaan tambah kacau sehabis summit. Masing-masing orang bergerilya mendapatkan tenda untuk bermalam 😦

Apakah aku kapok dengan pendakian?

Dari perjalanan pendakian Semeru aku banyak mendapatkan teman yang punya hobby traveling dan selanjutnya menjadi teman yang suka trip bareng lagi :-D. Akhirnya di tahun 2015 aku kembali ikut Pendakian ke Papandayan setelah diracuni 😀 Ade dan Iput sobat travelbandits. Pendakian Papandayan jauh lebih ringan karena tidak sedang musim hujan dan aku banyak mendapatkan teman-teman baru yang menyenangkan bin kompak :). Aku ikut suatu komunitas pendakian yang menamakan dirinya  KPK (Komunitas Pendaki Kantoran). Banyak pendaki pemula saat itu, jadi aku banyak teman yang suka kelelahan di tengah jalan dan kadang mood turun sekali ketika lelah mendaki 😀

Advertisements

8 thoughts on “Tergoda Naik Gunung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s