Tentang Mengurus Visa Australia yang Membawa Perasaan Itu


Hi! I am back after the flare attack! Luckily there were Thomas and Minho beside me in cinema. Tenang ini bukan virus VC321xb47 tapi virus imut bernama Chickenpox yang bikin muka dan body bentol-bentol menggemaskan. Walau seminggu full stay at home (seminggu jadi anak manis di rumah gak kelayapan dan dapet piala dari Nyokap) tapi kehilangan nafsu menulis blog. Disusul kesibukan akhir tahun fiscal year di kantor. Kemudian disusul petualangan Semarang-Jepara-Karimunjawa. Maka setelah semua bentol-bentol menggemaskan menghilang dan kulit sedang menjadi tanning semangat menulis di blog tiba-tiba muncul lagi dengan misterius.

Semuanya berawal pada tengah bulan Juni ketika tangan-tangan jahil travelbandit mulai beraksi membooking tiket karena mendapat info tiket promo ke Australia. Yeahhh! benua baru untuk para bandit. Senyum-senyum jahil mengembang disudut bibir kami. Kami mencanangkan awal September sebagai jadwal ke VFS Global Jakarta (AVAC), yakni agent yang ditunjuk oleh pemerintah Australia untuk pembuatan visa. Diambil pendaftaran visa di awal September karena kami butuh waktu selama 3 bulan untuk ‘menggembungkan’ pundi-pundi rekening di bank sebagai salah satu syarat terberat pembuatan visa 😀

Berikut link yang masih berlaku sampai penulisan post tentang pembuatan Visa Australia saat ini:

  1. Semua Tentang Visa Australia ini tentang check list syarat visa secara garis besar.
  2. Buka Visa sementara karena belum ada niat bandit-bandit ini menetap seterusnya di Ausie 😀
  3. Klik tulisan Kunjungan-Turis (Sub Class 600) di kolom sebelah kiri masih dalam kotak Semua Tentang Visa
  4. Pengennya klik Visa Tunangan dari table di atas tapi belom bisa (baca: belom ada kandidat walaupun itu Kangguru iyah Kang Guru sekalipun..hikss)
  5. Abaikan link no. 4 di atas travelbandit harus pilih Subclass 600 dan unduh saja Form 1419
  6. Satu form tambahan lagi SC600 Information from Visa Processing hukumnya gak wajib tapi bolehlah untuk meredam perasaan deg-degan para bandit klo visa takut ditolak.

5 Hal penting Seputaran Check List Syarat Visa Australia:

1. Paspor

Sudah pasti dan harus fotocopy halaman biodata paspor yang masih punya masa berlaku 7 bulan ke depan dan sudah disertifikasi di AVAC waktu kita menyerahkan semua berkas visa. Fotocopy paspor lama untuk halaman yang berisikan cap imigrasi dan visa berbagai negara yang sudah kamu kunjungi adalah optional, tetapi para bandit ini tentu saja akan berjuang untuk setiap kesempatan yang ada dan gaya kita sewaktu order fotocopy di VFS cukup bilang “Visa Australia” sambil menyodorkan paspor lama maka si abang fotocopy sudah dengan lincah langsung menindih paspor kita di mesin fotocopy tentunya 😀 dan memilih halaman sesuka dia untuk di fotocopy karena sudah tahu yang diharuskan apa saja.

Paspor asli dan paspor lama kita langsung di bawa pulang loh setelah pemberian berkas visa. Paspor asli gak pake ditahan.

2. Surat Keterangan Bekerja dan Surat Dokumen Perusahaan

Surat keterangan bekerja dari perusahaan menyatakan kita adalah karyawan sejak tahun berapa dan memegang posisi apa. Juga di cantumkan tanggal ijin cuti untuk melakukan trip tersebut, ditulis bahwa anak ini hanya ingin liburan dan menggunakan biaya sendiri. Bahwa anak ini akan pulang untuk kembali bekerja (jangan kelamaan liburannya).

Dokumen perusahaan ternyata hanya data pendukung, tapi bandit yang terencana ini menyertakan Izin Usaha Terdaftar (IUT) atau SIUP, Tanda Daftar Perusahaan (TDP), NPWP.

3. Data Pribadi dan Keluarga

Untuk pas foto kedutaan Australia nyatanya memperbolehkan pemakaian jilbab pada pas foto ukuran 45 x 35 mm berlatar belakang warna putih dan jilbab tidak harus menunjukkan kedua telinga. Sebelumnya para bandit mencari info dan blog walking banyak sekali yang menuliskan pas foto jilbab harus memperlihatkan telinga. Wadohh berasa dilecehkan, seperti dikira berjilbab karena gak punya kuping..hehehehe..Thanks God ternyata itu mitos dan foto para bandit menggunakan jilbab seperti biasa.

Para bandit single kece ini hanya menyertakan fotocopy KTP, Kartu Keluarga dan Akte lahir. Untuk yang bersuami harus ada fotocopy buku nikah.

4. Itinerary dan semua bukti booking.

Berdasarkan pengalaman daftar visa Jepang para bandit terbiasa menyusun itinerary singkat jadwal kunjungan selama liburan dalam bentuk table.

Example: Day #1 menginap dimana dan mau kemana bersama siapa dan sedang berbuat apa (Tulis di kolom keterangan untuk detail alamat hotel dan no telponnya. Tujuan tempat wisata singkat saja)

Kemudian semua fotocopy ticket flight return, booking hotel, ticket bus, kereta atau domestik flight yang sudah di booking untuk menambah kesan keseriusan dan terencananya liburan para bandit.

5. Bukti Pembiayaan Trip/Keuangan

Nah ini adalah yang harus paling dipersiapkan untuk pengajuan visa negara-negara maju. Untungnya semakin hari semakin banyak direncanakan bebas visa bagi WNI ke beberapa negara maju favorit wisata. Sebagai pemegang E-passport para bandit sudah merasakan kelegaan yang luar biasa dengan Visa waiver yakni dalam kurun waktu 3 tahun bebas bolak-balik ke  Jepang dengan masa tinggal paling lama 15 hari dalam setiap kunjungannya. Jadi pas mau ke Jepang February 2015 kemarin tinggal gendong backpack aja (GUayyaa..)

Berbekal trauma ditolak visa Schengen via Italy yah sudah kami pasrah harus menggembungkan rekening tabungan sampai 50jt IDR untuk visa Australia. Perdjoeangan selama 3 bulan 😀 tapi liburan setelah perdjoengan yang berat itu aseli asyik banget! 😀 Ingat proses penggembungan jangan dilakukan hanya dalam waktu sebulan sebelum pengajuan visa karena sudah banyak cerita tragis yang visanya ditolak karena trik ini.

Check List Daftar Persyaratan Visa Australia
Check List Daftar Persyaratan Visa Australia

Hebohnya Mengisi Formulir 1419

Selesai mengunduh formulir 1419 mata para bandit melotot melihat banyaknya jumlah halaman formulir. Yappp formulir 1419 terdiri dari 17 lembar dan 53 point pertanyaan. Jangan langsung menyerahkan formulir visa ke travel agent..Sorry it is a big No No untuk para bandit! Sebagai orang muda yang masih belia dan ranum kita mampu melakukannya sendiri (begitu pikir para bandit terutama berpikir tentang masih ranum itu).

Setelah dipelajari  form 1419 terdiri dari sub part sebagai berikut dan sebagai single kece ternyata banyak sekali bagian yang hanya dilewatkan saja karena itu pertanyaan bagi yang sudah berkeluarga (Ahaahaha ada juga saat dimana para bandit beruntung to keep single & kece)

Part A – Your details 

Part B – Family travelling to Australia with you (Passed for Single Kece)

Part C – Family NOT travelling to Australia with you (Passed for Single Kece)

Part D – Details of your visit to Australia 

Buat para turis lebih baik tidak usah rempong cerita kalau punya kenalan si ini or itu yang tinggal di Australia dijamin hanya nambah ribet karena dugaan akan extend stay jadi ada. Just be simple hanya mau liburan dan tinggal di hotel. That’s it.

Di Part D Point 29 akan ada pertanyaan: Why do you want to visit Australia?

dan salah satu bandit akan mengisi jawaban: I want to meet Jason Donovan (Ketahuan donk angkatannya) Karena males ketahuan angkatan jadul maka bandit hanya mengisi for tourism.

Part E – Health details

Thanks God para bandit dalam keadaan sehat walafiat dan tidak mempunyai history penyakit berat semacam Schizophrenia sekalipun

Part F – Character details

Kami hanyalah para bandit yang gak kapok-kapok ngetrip backpcaker belum pernah berurusan dan bermasalah dengan hukum negara manapun. Amin. Jadi semua jawaban di kolom No.

Part G – Employment status

Part H – Funding for stay

Part I – Previous applications

Part J – Assistance with this form (Mengurus sendiri maka dari point 45 akan langsung ke Part K)

Part K – Options for receiving written communications (All by My Self..Nyanyi)

Periode Baper (Bawa Perasaan)

Tanggal 1 September 2015

adalah hari Senin dimana demo buruh sedang berlangsung di Jakarta dan para bandit ini nekad menerobos kemacetan demi menuju AVAC yang beralamat di dalam mal Kuningan City. Semua berkas yang sudah dipersiapkan dibawa dengan rapi. Kami berharap bertemu Mas Rheno, petugas VFS dengan senyum yang simpatik yang memberikan surat penolakan visa Italy dulu itu dengan senyum yang paling mematikan itu. Nyatanya kami bertemu dengan seseorang dengan jambang yang lebih misterius di balik kotak visa UK (mungkin menjadi next destination untuk berurusan dengan si pemilik jambang misterius itu).

Tanggal 2 September 2015.

Suara telpon berdering di hapeku karena dikira sales asuransi dari bank BNI dan Mandiri yang sangat annoying akhir-akhir ini (sengaja sebut merek karena memang annoying sekali) maka hape pun aku matikan ditengah jam kerja kantor itu.

Setelah siang baru masuk wasap dari Ade:

“Ta, elo ditelpon dari kedutaan Oz gak?”

“Eh gile gak. “

“Dari Kedutaan Australia. Dia nanya kenapa kita bertiga bisa bareng daftar visa Oz?”

“Elo jawab apa De?”

“Yah karena gw belom nemu yang laen untuk ngetrip, belom nemu soulmate/jodoh, jadinya pergi bareng elo terus Ta. Bu Alin juga dah ditelpon. Jawaban sama.”

Asemm.

Ternyata no telepon +62 21 2550 5555 setelah digugling adalah no Kedutaan Australia bukan sales asuransi. Lemas rasanya diriku seperti melewatkan kesempatan interview dari staff kedutaan untuk penentuan visa granted.

Di tanggal 2 September itu juga kami bertiga mendapat notifikasi visa application sudah di approved. Menurut pengalaman kami sewaktu apply visa Schengen, email itu adalah notifikasi bahwa aplikasi visa baru saja diterima oleh pihak Kedutaan, belum final result for approval. Signature email dari kedutaan Australia adalah sebagai berikut.

Regards,

——————————————————————-
Immigration Section
Department of Immigration and Border Protection
Australian Embassy, Jakarta

Immigration information in Jakarta: http://www.indonesia.embassy.gov.au
Australian Immigration: http://www.border.gov.au

Please be advised that the average processing time is now as follows:
Tourist Stream Visa – 15 working days
Business Visitor Stream Visa – 5 working days
Temporary Work Stream Visa – 1 month
Transit Visa – 5 working days
Medical-Treatment Visa – 90 working days

Tanggal 15 September 2015.

Karena kami berpikir butuh 15 hari untuk pembuatan visa pada tanggal 15 September sudah harap-harap cemas menunggu email. Karena belum ada email yang masuk para bandit tersadar harus terhitung 15 hari kerja efektif tidak termasuk weekend dan setelah di track no registrasi disebutkan dokumen aplikasi diterima kedutaan pada tanggal 3 September 2015 maka prediksi berubah ke 23 September 2015.

Tanggal 28 Spetember 2015.

Setelah para bandit menunggu dengan sabar sejak tanggal 23-25 September tetapi email visa granted tak kunjung datang juga mulailah aksi yang lebih heroik dilakukan dengan mencoba menghubungi Jonathan (Nama staff kedutaan yang menelpon di 2 Sept itu) di no telepon Kedutaan Australia. Tapi pastinya susah dan tidak memungkinkan karena semua jawaban dijawab oleh mesin dan disarankan menghubungi AVAC di VFS global jakarta. Setelah berhasil bicara dengan staff VFS/AVAC dan no regristasi visa di check kami diberitahu bahwa Kedutaan Australia telah mengirimkan hasil visa tetapi pihak AVAC tidak tahu -menahu tentang isi dari keputusan tersebut di terima atau ditolak.

Petugas VFS/AVAC lewat telepon juga menyarankan untuk mengecheck semua email termasuk yang mungkin tersasar masuk ke dalam spam atau trash box dan memberikan link untuk mengadukan masalah  untuk kedutaan Australia jika memang lewat dari 15 hari kerja kami belum mendapatkan email visa. Para bandit merasa belum pernah menerima email lagi dari kedutaan Australia dan sudah mengecheck semua spam & trash box email. Maka sekali lagi kami buka email dari tanggal 2 September 2015 dan menemukan attachment dalam bentuk .rtf yang sebelumnya malas kami baca. catet..malas.

Ternyata itulah Visa Grant Notice kami. Ya Tuhan..karena pernah mengalami penolakan visa Italy para Bandit ini memang menjadi rendah diri 😀 ternyata visa sudah kami pegang sejak tanggal 2 September 2015. Thanks to Australian Embassy.

Visa Grant Notice

 

Advertisements

2 thoughts on “Tentang Mengurus Visa Australia yang Membawa Perasaan Itu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s