Escape to Shipwrecks coast for Loch Ard Gorge and Twelve Apostle


Rasa lelah luar biasa menimpaku membuat aku hanya mampu terduduk lemas tak sadarkan diri. Sampai pada suatu titik aku tersentak kaget ketika merasakan tepukan di pundak.

“Arrrghhhhh!”

Seketika tubuhku melonjak terbangun berdiri seperti dilecut oleh ribuan volt tenaga listrik. Dadaku berdegup kencang dan terasa sakit. Tubuhku seketika terlonjak berdiri, kulemparkan pandangan ke sekeliling dan kutengok ke belakang dalam bingung. Mengapa kulihat banyak orang terduduk di seat yang berjajar rapi, semua diam terpaku menghadap ke depan dengan wajah yang kaku. Laun-laun nampak kulihat wajah Ade travelmateku yang duduk terdiam di barisan belakangku juga terdiam memandang ke depan.

“Excuse me, may I use this seat?”

Sosok berambut pirang itu menyentuh bahuku perlahan. Sepertinya wanita muda ini telah berdiri membungkuk cukup lama di samping seatku yang memang masih kosong dan mungkin telah bertanya berulang kali untuk pertanyaan yang sama. Beberapa detik kemudian dengan kepala super berat dan pusing aku menyadari bahwa telah kembali ke dunia nyata 😀 dalam posisi masih berdiri segera aku membalikkan badan ke arah wanita yang menunggu jawab berdiri di depanku.

“Whether this seat is still empty?”

Wanita itu bertanya lagi dengan kesabaran yang seperti sudah di ujung tanduk, begitu aku menghadap ke wajahnya.

” Ohh yess, please. This seat is still available.”

“Sorry, I’m so sleepy”, setengah tak enak aku nyengir tersenyum.

Hampir aku terjebak kembali dalam tidur berjalan, penyakit lama yang paling bikin mamaku kuatir jika aku lagi gak tidur di rumah :(. Kulirik jam tangan, ternyata sudah satu jam mobil tour ini berjalan dari Holiday inn di tengah kota Melbourne. Dengan kepala pusing dan perasaan sedikit kesal aku menggerutu dalam hati. Bahhh.. kenapa pula masih ada penumpang yang naik setelah satu jam, mengganggu orang tidur saja dan dalam hitungan detik aku kembali terlelap :-D. Jelas saja aku tidur seperti orang pingsan karena malam sebelumnya setelah kegagalan niat bermalam di terminal domestik Sydney airport, aku baru dapat tidur sekitar 3 jam ditambah kurang dari 1 jam tidur dalam penerbangan Sydney-Melbourne juga jadwal eksplore Sydney yang sangat padat dalam beberapa hari terakhir, tentu tubuhku menuntut istirahat.

Mulai terdengar sayup suara supir mini bus tour ini melalui head set speaker nampaknya menjelaskan daerah yang kami lalui.

“Jangan tidur! Jangan tidur!  Ini sudah Great Ocean Road. Masak kau akan melewatkan naik mobil yang berjalan di antara lekukan bukit tinggi dan berbatasan langsung dengan laut? Dan momen ini sudah kau nantikan sejak 3 bulan yang lalu!”. Hati kecilku berteriak.

Niatku dan travelmate pada awalnya mengikuti One Day Great Ocean Road Tour & Twelve Apostle yang perjalanannya dimulai dari penjemputan di pusat kota Melbourne pada pukul 7 pagi dan selesai balik ke tempat semula pada jam 9 malam. Pada akhirnya setelah berhasil menggeser jadwal tour kami kebagian mengikuti Great Ocen Road (GOR) tour yang berangkat jam 12 siang dengan titik penjemputan di depan Holiday inn hotel di pusat kota Melbourne dan kabarnya kami kan balik kembali sampai pada pukul 11 malam. Ya sudah kami pasrah untuk ikut tour yang tinggal tersedia pada jam itu dengan melewatkan beberapa spot seperti Otway Rainforest yang terletak di Great Otway National Park dan London Bridge.

London Arch Great Ocean Road
London Arch Great Ocean Road. Source from here

London Bridge merupakan batuan karst alami dekat lepas pantai di Taman Nasional Port Campbel, bentuknya unik sebagai batuan karst natural yang melengkung, menyerupai jembatan yang menghubungkan antara karst di daratan dan batuan karst yang berada di lepas pantai. Tahun 1997 pada pukul 3.30 dini hari London Bridge ini runtuh dan ada sepasang turis lawan jenis yang sedang berada di atas jembatan pada pagi buta itu yang menyebabkan mereka harus bertahan beberapa jam sebelum diselamatkan oleh helikopter. Ada rumor yang masih terus beredar bahkan eksis mengisi cerita di beberapa blog dan website GOR tour bahwa sepasang turis itu adalah pasangan selingkuh, karena ngapain jam 3 pagi ada di tempat itu? Hmmm.. jadi bikin jiwa spionase alias stalker jadi kreatif pengen tahu lebih banyak :-D. Setelah beberapa kali blog walking dengan tema “London Bridge Affair” akhirnya sumber yang lumayan aku percaya dan katanya menghadirkan nara sumber langsung orang yang diselamatkan dengan helikopter itu adalah 2 saudara sepupu Kelly dan Dave Darrington yang pada tahun 1997 itu masih berjiwa muda sedang ngetrip bersama seorang teman lainnya di pagi buta dan tidur di mobil ditambah iseng ke London Bridge yang hari itu runtuh.

GOR tour hari itu mengantarkan kami melihat Memorial Arch, piknik makan siang di tepi pantai Anglesea, berhenti sebentar di Lorne, menengok Koala bobok di Kennett River dan ketika mendekati senja sampai ke tujuan akhir: Shipwerk Coast!

” On the night of 31 May 1878 the eighteen passengers aboard the Loch Ard were holding an end-of-voyage party. It was misty and visibility was poor. Captain Gibb was anxious”.

Kapten Gibb tidak dapat melihat posisi yang jelas dari alat teropong lautnya yang bergantung pada langit yang cerah dan cakrawala yang terdefinisikan jelas, dia menyaksikan dengan cemas untuk melihat Cape Outway.

“At midnight 18-year-old Eva Carmichael and her sister Raby went up on deck to strain through the mist for a glimpse of land, but could see nothing.”

Bishou sang guide tour merangkap supir di dalam mini bus tour ini memulai sebuah cerita. Dari tempat pertama selepas makan siang Bishou sudah mulai bercerita tentang Memorial Arch yaitu monumen sejarah yang didedikasikan kepada para tentara PD I dan pekerja pembuat GOR, juga kisah tingkah lucu para Koala di Kennet River, tapi entah mengapa cerita tentang pelayaran kapal di tengah cuaca kabut sore itu membuat kepalaku menjulur ke depan, memasang baik telinga dan terduduk tegak di kursiku.

“Pada jam 4 dini hari kabut terangkat dan para anak buah kapal melihat sesuatu yang menjulang tinggi di depan kapal mereka, tebing pucat pantai Victoria telah berjarak kurang dari 2 Km dari kapal mereka. Kapten Gibb mencoba untuk berbalik arah tetapi sudah tidak cukup ruang untuk kapal besar ini melakukan manuver!”

“Menyadari keterlambatan manuver Loch Ard berlari dalam ketakutan dan menabrak dengan gemetar sebuah karang kecil. Keadaan menjadi semakin tidak terkendali ketika lambung kapal sudah menabrak karang, teriakan kepanikan dan ketakutan anak manusia dikejar maut yang sudah sangat dekat. Eva tersapu oleh ombak besar dan akhirnya terdampar di pintu masuk celah karang sempit dan memanjang, setelah beberapa jam terombang-ambing di perairan pinggir laut. Eva menangkap sesosok tubuh manusia di pinggir pantai dan berteriak meminta pertolongan.”

“Dia adalah Tom Pearce pemuda magang anak buah kapal. Tubuh Tom memar parah dan luka sobek oleh karang, perlu satu jam berenang untuk menghampiri Eva dan menariknya ke daratan. Eva ingat Tom membawanya ke sebuah goa liar tak jauh dari pinggir pantai. Mereka menemukan botol brandy, memecahkannya kemudian memberikan beberapa teguk untuk Eva. Tom menarik rumput panjang dan semak untuk dijadikan alas tidur Eva. Tom menaiki tebing dan akhirnya mendapat bantuan dari 2 orang penunggang kuda penjaga perbatasan dari dekat Glenample Homestead. Ternyata yang datang adalah pemiliknya, Hugh Gibson yang kemudian memberikan pertolongan pada Eva dan Tom sebagai dua orang saja yang selamat dari tragedi kecelakaan Kapal Loch Ard Gorge. Tom dianugerahi medali Humane Society untuk keberaniannya menolong Eva”

Jadian dan berakhir di pelaminan gak ya Eva dan Tom? Pikiranku melayang jauh membayangkan kejadian terperangkap di kejadian tragis dan diselamatkan seorang jagoan seperi di film.

Suara Bishou memecah lamunanku.

“Pasangan tersebut telah menjadi perhatian intens publik dan spekulasi romantis. Pastinya banyak yang menginginkan pasangan ini bersatu dalam pernikahan. Tapi Eva kembali ke keluarganya yang tersisa di Irlandia dan Tom kembali melanjutkan kehidupan di laut. Mereka tidak pernah melihat satu sama lain lagi”.

Yahhh..kandas harapanku, tapi mungkin itu yang terbaik buat Eva dan Tom.

Seperti diceritakan oleh Bishou tour guide kami disarikan dari sebuah artikel.

Sangat sedikit mayat ditemukan dari kecelakaan. Sebuah pemakaman sedih tapi mengesankan diadakan
di atas tebing di atas jurang untuk tubuh Mrs Carmichael, putrinya Raby dan dua penumpang laki-laki.
Loch Ard Gorge adalah salah satu dari dua puluh lima situs kecelakaan di Bersejarah Shipwreck Trail
antara Princetown dan Port Campbell.

Mataku kembali di ganduli batu bata super berat, kucoba sekuat tenaga membuka mata dengan menarik ke atas otot di kelopak mata, memaksanya untuk terbuka, hasilnya hanya sebuah picingan sempit dan kulihat di luar jendela mobil vegetasi pohon cemara dan tertutup kabut putih tebal pada puncaknya. Mobil terus berjalan menanjak ketinggian dan pada akhirnya seluruh badan mobil kami ikut masuk menembus kabut putih yang semakin menebal, mulai memenuhi seluruh vegetasi hutan cemara itu.  Kelopak mataku tak lagi kuasa membuka.

“Wiki.. Wiki..Wiki” Sapaan khas Bishou guide tour merangkap supir ketika membangunkan peserta tour.

Ketika kubuka mata sudah tidak ada lagi vegetasi cemara dan kabutnya yang seakan menelan kami dalam kedinginan dan kebisuan. Kami beruntung! Sore itu langit cerah dengan matahari yang bersinar.

“We are arrived in Loch Ard Gorge and we have 40 minutes in this place. We will arrived in Twelve Apostle for Sunset”

Bishou memberikan batasan waktu yang rasanya terlalu singkat untuk menikmati keindahan Loch Ard Gorge dan Twelve Apostle sore itu.

Loch Ard Gorge adalah nama kapal yang karam dan menyisakan hanya 2 peumpang yang selamat
Loch Ard Gorge adalah nama kapal yang karam dan menyisakan hanya 2 peumpang yang selamat

The Shipwreck Coast of Victoria, Australia membentang dari ke Cape Otway ke Port Fairy, jarak sekitar 130 km. pantai ini dapat diakses melalui Great Ocean Road, dan merupakan rumah bagi formasi batu kapur yang disebut The Twelve Apostles.

Ada sekitar 638 bangkai kapal dikenal sepanjang pantai Victoria, meskipun hanya sekitar 240 dari mereka telah ditemukan. The Historic Shipwreck Trail sepanjang Shipwreck Coast dan Discovery Coast menunjukkan beberapa situs di mana angin kencang, kesalahan manusia dan, dalam beberapa kasus, permainan kotor yang tidak memperdulikan keselamatan yang menyebabkan kapal ini akan tenggelam.

Twelve Apostle

Sunset on Twelve Apostle

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s