One Night Stay at Kings Cross


Satu malam lagi akan kami habiskan di Sydney, sekembalinya dari menuntaskan rasa penasaran melihat Great Ocean Road di Melbourne. Setelah sebelumnya kami menginap di Grand Hotel Sydney yang hanya membutuhkan waktu 10 menit berjalan kaki ke Sydney harbour dan Cirqular Quay sebagai salah satu landmark dan pusat keramaian turis di Sydney. Kami memutuskan menginap di Maisonette hotel karena alasan harga yang ekonomis juga ingin berganti atmosfer, ingin tahu sudut lain kota Sydney dan ternyata terletak di dekat Kings Cross station.

Atmosfer Sydney pada minggu terakhir di bulan Oktober itu sangat bersahabat, sudah masuk musim semi, cuaca sejuk dan pepohonan hijau sedang tumbuh dengan lebatnya. Selepas keluar dari Kings Cross station dengan dipandu peta yang sudah aku simpan di dalam ipad, kami berjalan menyusuri trotoar yang tersusun dari batuan con-block berwarna merah tanah di sepanjang jalan yang kiri kanannya ditumbuhi pohon tinggi yang daunnya sedang rindang. Mirip kota Bogor rasanya. Model bangunan dan rumah di sepanjang jalan yang ternyata bernama Victoria Street itu di dominasi oleh bangunan vintage yang apik dan cantik. Selain restoran dan cafe, rumah tinggal pribadi, banyak bangunan tempat tinggal yang dialihfungsikan sebagai guest house dan penginapan ala backpacker. Sehingga tak jarang kami menemui beberapa traveler dengan bawaan tas keril backpack seperti kami di jalan itu. Rasa nyaman menyelimuti karena merasa daerah ini nampaknya banyak komunitas backpacker traveler juga.

Rumah dan bangunan di Victoria Street setelah Kings Cross Station
Rumah dan bangunan di Victoria Street setelah Kings Cross Station

Bangunan St. Vincent College Vintage Home

Seekor Norwich terrier putih yang menggemaskan nampak berlari keluar dari sebuah cafe yang kami lewati. Belum sempat di tangkap oleh pemiliknya, si kecil Norwich terrier itu sudah sibuk berlari ke kaki Ade dan sibuk menjilatinya. Ade, satu dari travelmateku berhenti sejenak membungkuk ramah dan mengelus si putih mungil. Pemiliknya seorang wanita anggun yang ramah segera berlari ke arah kami dan mungkin karena merasa tak enak melihat kami yang berjilbab di jilati si mungil, langsung tersenyum dan meminta maaf atas tingkah si mungil putih. Ahaha sambutan dari si mungil putih Norwich terrier menambah kegembiraan kami di siang itu. Suasana jalanan di Kings Cross adalah salah satu type yang Aku dan Ade suka. Terlebih lagi ketika kami melewati St. Vincent College yang bangunannya menggunakan batu bata ekspos merah, humm seperti melihat sekolah Harry Potter rasanya. Maisonette hotel terletak tak jauh di belakang St. Vincent College.

Internet di hotel untuk beberapa hari sedang mati karena ada pengerjaan galian kabel di jalan  yang tidak sengaja mencelakai si kabel internet. Hidup tanpa internet! Waduhh bakalan sakaw inih! Karena kami malas beli paket internet :-D. Petugas resepsionis yang merasa tak enak dengan keadaan itu, kemudian dia memberikan informasi beberapa spot dekat yang memberikan fasilitas internet gratis. Kelar menaruh tas dan sholat Dzuhur Aku dan travelmate penasaran ingin mencoba jalan kaki dari Kings Cross sampai Sydney Harbour, sekalian mencari spot internet gratis.

Kami akan berjalan sejauh 2,2 KM kurang lebih selama 30 menit. Klo di Jakarta sudah nyetop bajay nih! :-D. Teringat instruksi dari resepsionis hotel, kami akan melewati Royal Botanic Garden Sydney, kebun raya yang menjadi penyumbang asupan oksigen di tengah kota yang memang minim polusi ini, jalan kaki menjadi tidak terasa berat.

Botanical Garden Sydney
Botanical Garden Sydney
Resto yang teduh di dalam Botanical garden
Resto yang teduh di dalam Botanical garden
Keluar dari area Botanical garden, jalan ke kota sudah terlihat
Keluar dari area Botanical garden, jalan ke kota sudah terlihat

Keluar dari rerimbunan pohon di botanic garden, kami menjumpai bangunan bergaya romawi kuno dengan pilar portico yang tinggi menjulang. Sekumpulan anak muda nampak duduk bercanda dan ngobrol di undakan anak tangga yang lebar di bagian depan bangunan. Pasti ini State Library of NSW. Internet!! Dan benar saja kecepatan internet di perpustakaan negara ini ngebut banget. Kesempatan ini tak kami lewatkan begitu saja, yang niat semula hanya numpang ke kamar kecil menjadi agak 40 menit update status, posting, check email, balas wasap, line dan segambreng kebutuhan internetan lainnya. Masing-masing dari kami asyik sendiri duduk di bangku panjang sambil senyum-senyum balesin tanya kabar yang masuk ke sosmed masing-masing.

Sneaking for library room
Sneaking for library room
NSW Library
NSW Library
NSW Library building
NSW Library building

Tata kota Sydney begitu teratur, menyenangkan sekali jalan kaki di udara sejuk musim semi, selewat State Library of NSW kami sempat melihat dermaga kapal Finger Wharf yang merupakan dermaga terpanjang di dunia yang tersusun dari konstruksi kayu yang bertumpuk. Dermaga kayu ini sudah eksis dari tahun 1915. Saat ini Finger Wharf difungsikan sebagai boutique hotel Ovolo Woolloomooloo.

Perjalanan menuju Sydney Harbour
Perjalanan menuju Sydney Harbour
Finger Wharf
Finger Wharf yang berfungsi sebagai boutique hotel. Source from here
Perjalanan menuju Sydney Harbour dari Kings Cross
Perjalanan menuju Sydney Harbour dari Kings Cross

Akhirnya setelah 2,2 KM berjalan kaki sampai juga kami di Opera House Sydney untuk menikmati sore.

Ketemu lagi sama kapal pesiar super gede di Sydney Harbour
Ketemu lagi sama kapal pesiar super gede di Sydney Harbour
Sampai di Opera House
Sampai di Opera House

Karena ini adalah sore yang ke dua kalinya berada di Opera House, satu tempat lagi yang ingin kami eksplore di Sydney adalah The Rocks yang pada awal sejarahnya di abad ke-17 merupakan daerah kumuh pinggiran kota nelayan yang sering di datangi para nelayan untuk mengunjungi tempat pelacuran. Hari ini tentu saja The Rocks sudah menjadi salah satu tujuan wisata di Sydney dengan banyak pilihan tempat makan, toko souvenir, cafe dan bar. Disebut sebagai The Rocks karena bangunan asli di wilayah ini terbuat dari batuan sedimen berwarna kuning yang berasal dari hawkesbury river. Beberapa jalan kecil di gang The Rocks masih terdiri dari susunan batuan-batuan lempeng kotak yang disusun menyerupai concrete block jaman sekarang. Ahh jadi teringat beberapa adegan film bertema abad pertengahan. Hari sudah sangat sore dan kami sudah sangat lapar, membuat langkah terhenti sampai di sebuah bar yang menyediakan menu Australian beef steak. Australian beef dengan saus barbeque serta Greek salad yang segar memanjakan perut lapar sehabis berjalan lumayan jauh sore itu.

Advertisements

4 thoughts on “One Night Stay at Kings Cross

  1. wah, kalau jalan dengan jarak 2,2 tapi kondisi jalanya kayak gitu beneran nggak kerasa ya. BTW habis dapat jilatan dari norwich langsung mandi besar yah 😀

    Like

    1. Iya Wenda, aku juga nyesel gak masuk ke dalemnya cuma foto dari pintu. Mau masuk di bagian depannya gak ada penjaga tapi gate otomatis kukira harus jadi member tetap dulu dan waktunya terbatas juga sih. hehe. Sydney emang menyenangkan buat jalan-jalan, tapi kurasa yang paling enak di musim seminya.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s