Menyapa Langit Biru Cappadocia dari Balon Udara


Setelah berusaha keras melawan malas di pagi buta yang dingin, mau tak mau kami harus bergegas bersiap dan meninggalkan kenyamanan tidur yang hangat di dalam hotel Vezir Cave, yang di bangun di batuan berbentuk Fairy Chimney. Disebut sebagai Fairy Chimney karena bentuknya seperti cerobong asap peri, yang terbentuk dari proses geologi batuan sedimen vulkanik. Nyaman banget tidur di dalam gua yang dilengkapi dengan pemanas dan kamar mandi yang dilengkapi dengan bath up berukuran besar, ditambah furniture yang menggunakan kayu berat berukir dan ornamen hiasan seperti karpet bermotif ala Persia, benar-benar impianku selama in bermalam di kamar gua di Cappadocia. Hmm..Flinstone time harus segera beralih ke kegiatan berikutnya di pagi buta itu. Dengan sekuat tenaga melawan kantuk, selepasku sholat subuh, aku dan Martha telah bersiap di depan hotel menunggu jemputan. Kami akan naik balon udara pagi itu! Yeayy!

20160326_092139[1]

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Vezir Cave Suites teampat kami menginap

Seorang pria masuk ke dalam beranda teras hotel, nampaknya sudah biasa menjemput para tamu untuk naik balon udara. Benar saja travel balon udara kami dari Insider Travel sudah datang menjemput, segera kami naik ke dalam minibus dan sudah ada beberapa peserta lain yang menunggu di dalam. Minibus kembali menghampiri satu hotel lagi dekat hotel kami untuk menjemput peserta, tak lama minibus sampai di suatu rumah makan yang sudah penuh dengan orang-orang peserta balon udara. Kulihat ada kumpulan turis Eropa dan Asia yang tak sedikit jumlahnya, segera kusadari banyak sekali orang Indonesia! Hehehe segera kami bersapa dan sarapan berupa aneka roti ringan dan minuman hangat, perut harus terisi karena kami akan terbang di ketinggian dan di pagi berangin yang dingin.

Sambil sarapan peserta diberikan nomor urut yang mengatur pembagian jumlah orang dalam satu balon, kali ini satu balon akan diisi 15-20 orang. Tak lama terdengar komando dari seorang petugas travel untuk naik ke dalam minibus sesuai nomor urut dan nomor minibus. Aku semakin deg-degan membayangkan akan naik balon udara, apakah akan stabil ketika kita berdiri di dalam keranjang balon udara? Akan miring-miring gak ya? Sedingin apa nanti di atas di akhir bulan Maret ini di Cappadocia? Wuihh banyak pertanyaan melintas dalam kepalaku dan membuat semakin deg-degan!

Langit sudah berubah menjadi kelabu tanda mentari akan muncul, ketika kulihat aktivitas balon udara dipersiapkan di tanah lapang luas terbuka. Balon udara ternyata terdiri dari tiga bagian penting yaitu keranjang, pembakar dan amplop balon. Keranjang anyaman tempat penumpang terbuat dari bahan yang ringan dan flexible, pembakar berada di atas kepala penumpang di bagian tengah dan akan dikendalikan oleh pilot balon udara, juga bahan bakar propane sebanyak kurang lebih 80 Liter yang berada di area tengah dalam wadah tabung stainless steel dan amplop balon terbuat dari bahan kain warna-warni yang akan menampung udara yang dipanaskan. Ketika udara di dalam balon dipanaskan, maka balon akan mengembang dan naik. Ketika bagian atas balon sudah mengembang, para penumpang mulai menaiki keranjang.

Udara panas di pompa ke dalam balon udara untuk membuat ringan dan terbang
Udara panas di pompa ke dalam balon udara untuk membuat ringan dan terbang
Balon udara sudah siap terbang
Balon udara sudah siap terbang

Wahh, tinggi juga naik ke dalam keranjang setinggi dada orang dewasa itu. Setelah semua 15 orang penumpang naik ke dalam keranjang, kru yang berada di bawah memberikan aba-aba dan kudengar suara lantang keras berteriak dari bagian tengah yang reflek membuatku menoleh.

Keranjang balon udara
Keranjang balon udara

Yasalaam..pilotnya ganteng banget! Mirip Jason Statham dengan kaca mata minusnya kelihatan smart. Duhh hatiku makin dag-dig-dug tidak menentu antara gembira mau terbang dan melihat Om Jason bekerja :-D. Om Jason menambah tekanan dan nyala api sehingga udara panas memenuhi kantung balon udara dan keranjang kami mulai bergerak naik ke atas. Para penumpang bersorak gembira dan norak. Perlu banget merayakan kenorakan ini bersama-sama tak peduli, penumpang tua, muda, berpasangan atau jomblo, semua bersorak. Ternyata pijakan kami di dalam keranjang balon udara begitu stabil, datar dan tidak oleng, kadang sampai lupa jika kami sedang terbang di ketinggian.

Balon udara kami kian membubung tinggi, pada saat awal terbang Om Jason terus menambah panas api maka keranjang kami kian membubung tinggi. Kulihat di ketinggian udara ini banyak balon udara lain yang sedang terbang, dengan warna-warni ceria memenuhi langit Cappadocia. Om Jason menjelaskan area-area di bawah sana, dimana letak Goreme,  Cappadocia dan Uchisar yang nampak batas-batas wilayahnya dari kejauhan.

Ketinggian terbang kami masih di bawah 2000 kaki, tetapi Martha mencolekku, “Lihat balon udara yang di depan sana, seperti terbang menembus awan! Keren banget!”, ujar Martha antusias.

“Mungkin juga kita terbang menembus awan kalau dilihat dari kejauhan, ini udaranya semakin dingin dan pandangan di bawah semakin kecil”, sahutku ketika melihat balon udara kami sudah sejajar dengan balon udara di depan yang menembus awan.

Om Jason nampak memutar tuas tepat di bagian bawah pembakar, tuas itu ternyata adalah setir untuk melaju ke kanan dan ke kiri. Mulai dari areal pertanian dan rumah hunian penduduk kami lewati dan kini saatnya Om Jason mengarahkan balon udara ke atas kumpulan fairy chimney yang berkumpul di suatu lembah, semua batuan fairy chimney di situ berwarna putih. Fairy Chimney pada umumnya berbentuk seperti jamur dengan kepala batu yang lebih besar, atau kumpulan batu berbentuk kerucut yang berdiri berjejalan dengan padat. Balon udara dibiarkan menjadi dingin dan sesaat kemudian Om Jason semakin menurunkan ketinggian balon, kami terbang begitu rendah di atas kumpulan fairy chimney berbentuk kerucut! Wowww!! orang-orang berteriak ramai merasakan sensasi terbang dengan sangat rendah di atas batu-batu sedimen berbentuk runcing itu, pastinya timbul perasaan was-was andai balon udara menusuk ujung-ujung batuan di lembah itu. Tapi balon udara terus berjalan menyusuri deretan fairy chimney di lembah batu putih itu, hingga puas dan Om Jason kembali memanaskan pembakar, balon udara kamipun lekas naik kembali ke ketinggian.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Pemandangan bukit batu dari balon udara

 

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Terbang semakin mendekati dasar lembah batu

Setelah satu jam, petualangan di atas langit Cappadocia itu pun akan segera berakhir. Om Jason membawa balon udara kembali medekati tanah lapang yang berbeda dengan kita naik tadi. Di bawah terlihat mobil dengan bak belakang terbuka menghampiri area di mana keranjang akan mendarat. Ya, keranjang berhenti tepat di atas bak mobil derek, setelah itu banyak kru dari travel balon udara menghampiri keranjang, pertama untuk membantu penumpang wanita turun dan kemudian mengarahkan jatuhnya kepala balon udara yang ternyata sangat lebar dan memakan banyak tempat di tanah lapang itu.

Mobil derek mendekat ke arah balon udara mendarat
Mobil derek mendekat ke arah balon udara mendarat
Balon udara yang mulai mendarat
Balon udara yang mulai mendarat

Ketika sibuk mengambil foto balon udara yang lain, kudengar Om Jason memanggil peserta dan ternyata dia mengajak kami berlari untuk menginjak bagian bahan balon udara yang belum kempis. Hahaha..semua orang berlari dengan semangat sampai ke ujung kepala balon udara, begitu bahan balon udara benar-benar kempis, Om Jason memanggil para peserta pria untuk ikut menarik tali dan melipat terpal balon udara itu. Semua peserta bersemangat melipat, dengan gembira mereka melaksanakan perintah Pak pilot itu. Pelipatan akhir dilakukan oleh Om Jason berserta para kru dan setelahnya kami digiring ke suatu tempat di dekat mobil derek balon udara.

Berlompa lari untuk mengempiskan balon udara
Berlomba lari untuk mengempiskan balon udara
Para pria menarik tali untuk melipat balon udara
Para pria menarik tali untuk melipat balon udara
Para Kru melipat balon udara
Para kru melipat balon udara

Ternyata di situ ada meja kecil berisi wine yang menurut info dari kru halal untuk muslim karena hanya berupa sparkling wine dan makanan ringan. Kami benar beruntung karena hari sebelumnya semua penerbangan balon udara di tunda karena hujan di pagi hari dan cuaca buruk. Om Jason mengucapkan selamat dan terimakasih sudah mengikuti penerbangan balon udara pagi itu. Semua orang mendapatkan medali tanda kenang-kenangan terbang dengan balon udara dan semua melakukan Cheers! untuk penerbangan yang sukses ini!

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Cheers!!
Advertisements

8 thoughts on “Menyapa Langit Biru Cappadocia dari Balon Udara

  1. Wow..😃👍🏼 Beruntungnya kamu! Ikutan bersemangag bacanya.. Ceritamu seru banget.. Salah satu destinasi di wishlist-ku ini.. Makin pengen ke Turki terutama naik balon udara ini.. Tongsis wajib hadir ya, selain pilot yg mirip George Clooney misalnya..*eh..🙄 suami melotot😝*

    Liked by 1 person

    1. Sebenarnya Om Pilot kemarin memperkenalkan namanya yang pasti awam didengar sama orang kita dan harus minta diulang, yahh karena dlm pandanganku dya mirip Om Jason Statham harus pasrah lah ya mba dya..hehehe..klo naik balon udara sama pasangan pastinya lebih asyik mba romantis, itu kayak pasangan yang pake jaket2 hitam..jeleus pisan aku ngeliatnya qiqiqiq 😂😄

      Like

  2. Pas nemu postingan ini, pas baca berita pengeboman di Atarturk hiks. Aduuuh, itu para tukang ngebom, gak asyik bener dah.

    Aaaak videonya. Tanggung jawab! aku jadi mupeng iniiii huhuhuhu

    Liked by 1 person

    1. Iyah Om karena bom bulan January di Sultanahmet dan Maret di Ankara aja turism di Turkey agak sepi. Salah warga sipil apa yah jadi korban kegilaan teroris yang menuntut sekedar eksistensi dan minta ditakuti 😢😢

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s